Hatta Rajasa: Radar Rusak, Eh..... Nggak Begitu !!
Kamis, 04 Jan 2007 17:24 WIB
Jakarta - Misteri hilangnya pesawat AdamAir membuat panik pejabat terkait. Jawaban sok tahu, menggampangkan urusan dan tak mau mengaku salah yang selama ini hinggapi mereka, sering membuat masalah bertambah rumit. Hari ini hampir saja Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa yang mengalaminya. Untung dia segera sadar informasi yang baru disampaikannya ke wartawan tidak lengkap dan besar kemungkinan membuat kepanikan baru. Ia pun buru-buru meralatnya. Peristiwa ini terjadi ketika dirinya memberikan keterangan para wartawan seusai mengikuti rapat membahas aspek keselamatan dan keamanan penerbangan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/1/2006). Pada kesempatan tersebut, Hatta sempat menyampaikan pengakuan dirinya baru menerima laporan bahwa selama sepekan terakhir radar ATC milik Angkasa Pura di Bandara Hasanuddin, Makasar, mengalami kerusakan. "Terus terang saya sampaikan bahwa radar itu milik Angkasa Pura yang dilaporkan pada saya satu pekan lalu mengalami masalah. Itu kita sampaikan apa adanya," ujar dia. Selepas sesi tanya jawab, serombongan wartawan langsung memburunya untuk minta penjelasan lebih lanjut tentang informasi mengagetkan ini. Anehnya Pak Menhub malah terlihat linglung dicecar pertanyaan tersebut. Dirinya membantah telah mengatakan radar Makassar rusak. Tidak mau kalah, wartawan mengulangi lagi pernyataan kontroversial Hatta kata demi kata. Setelah tercenung seper sekian detik, barulah Hatta sadar informasinya tidak lengkap dan wartawan pun salah paham karenanya."Oh nggak begitu. Saya harus jelaskan lagi agar tidak salah pengertian. Saya katakan ada gangguan rusak sejak seminggu lalu pada LUT (local user terminal) yang ada di Bandara Cengkareng milik Basarnas. Itu menangkap signal ELBA yang dikirimkan oleh satelit. Sekarang masih dalam perbaikan," ralat Hatta. Wartawan pun puas dengan penjelasan tersebut, dan melanjutkan dengan pertanyaan lain sambil terus membuntuti Hatta menuju pelataran parkir hingga mobilnya meninggalkan kompleks Istana. Tapi rupanya sepanjang perjalanan Hatta dihantui kekhawatiran luar biasa atas insiden selip lidahnya tadi. Maklum saja penjelasan mengenai ralat yang diterima oleh beberapa orang wartawan yang 'menguntitnya'. Sementara dalam keterangan pers, hadir seratusan orang wartawan dari dalam dan luar negeri. Ia pun langsung memerintahkan sopirnya berbalik arah, kembali ke Istana Kepresidenan. Setibanya di ruang wartawan, dirinya langsung naik panggung yang kebetulan baru saja ditinggalkan Jubir Andi Malarangeng menyampaikan sejumlah keterangan tentang hal lain. "Jadi saya katakan radar ATC di Makassar, diresmikan enam bulan lalu. Itu radar yang terbaik yang kita punya. Teknologi peralatannya cukup canggih. Sama sekali tidak ada gangguan," tandas dia.
(lh/asy)











































