AdamAir Alami Cross Wind

AdamAir Alami Cross Wind

- detikNews
Kamis, 04 Jan 2007 15:51 WIB
Jakarta - Hingga kini, pesawat AdamAir KI 574 belum juga ditemukan. Tim SAR akan menyusuri jejak angin kencang yang diduga kuat telah mendorong pesawat hingga berubah arah. Pilot AdamAir sempat meminta petugas menara bandara Makassar untuk memandu pesawat ke titik aman. "Berdasarkan rekaman percakapan terakhir pilot dengan ATC Makassar, mereka mengalami cross wind (tertiup angin dari arah samping) sebesar 74 knots dan minta agar dipandu ke titik baru yang aman," ungkap Menhub Hatta Rajasa, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (4/1). Hal tersebut disampaikannya seusai mengikuti rapat membicarakan kemungkinan penyebab hilangnya pesawat AdamAir. Materi rapat siang ini yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendengarkan penjelasan dari tiga pakar penerbangan, yaitu Cheppy Hakim, Dudi Sudibyo, dan Sri Bekti. Setelah mendengar langsung rekaman tersebut bersama KNKT, menurut Hatta, kuat kemungkinan pesawat berubah arah. Sebab saat pilot menyampaikan adanya cross wind, di radar telihat pesawat mengarah ke barat. Tapi ketika pembicaraan putus, arah pesawat (heading) berbalik ke timur. "Saat itulah pesawat mulai menghilang dari radar," papar Hatta.Ditambahkan oleh pengamat penerbangan Cheppy Hakim, sebenarnya cross winds merupakan fenomena biasa dalam penerbangan. Tapi memang menjadi luar biasa bila kekuatannya sampai 74 knots. Permintaan pilot agar dipandu ke titik yang lebih aman dinilai sudah benar. Sebab demi keselamatan memang seharusnya jalur rawan tersebut dihindari dengan berganti arah terbang. Bisa mengambil jalur di atasnya atau di bawahnya. Namun pertanyaannya, mengapa pilot mengajukan permintaan tersebut setelah berada di udara? Padahal sebelum terbang, pilot seharusnya telah menerima laporan lengkap tentang kondisi cuaca di jalur yang akan diterbanginya dari pihak ATC - termasuk adanya angin sekencang itu - lengkap berikut rute yang direkomendasikan. "Kalau saya pilotnya, maka saya tidak akan lewat jalur yang (berangin) 74 knots. Saya akan cari jalur lain, kan bisa menghindar. Tapi kalau berani sikat, ya sikat aja. Pilihan (rute yang diambil) dibuat oleh pilot dan disetujui ATC di darat. Kalau tidak disetujui, dia tak boleh terbang. Harusnya pun mereka sudah tahu sebelumnya," papar mantan KSAU ini. (lh/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads