FPDIP Duga Katering Haji Disabotase
Kamis, 04 Jan 2007 13:16 WIB
Jakarta - Selain AdamAir, negeri ini juga disibukkan kasus katering haji yang membuat jamaah haji kita kelaparan di negeri orang. Dugaan sabotase mewarnai pengungkapan kasus ini. Indikasi sabotase dilatarbelakangi persaingan usaha.Indikasi sabotase ditemukan antara lain Katering Muasasah tidak mengizinkan Ana Enterprises and Service (AES) membuka dapur di perkemahan. Katering Muasasah menutup akses masuknya kontainer milik AES untuk mengangkut bahan dan sarana perlengkapan katering."Indikasi sabotase dilatarbelakangi oleh persaingan usaha yang melibatkan pemerintah Arab Saudi sehingga jamaah haji Indonesia menjadi korban," kata anggota Tim Pengawas Haji dari FPDIP Widodo BW dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/1/2006).Selain itu, kata Widodo, ada pertarungan antara Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. "Penyelesaian masalah haji mendatang harus melibatkan pucuk pimpinan pemerintah Arab Saudi dan RI," ujarnya.Selama ini, katering jamaah haji Indonesia ditangani oleh Muasasah. Baru pada tahun ini dilimpahkan ke Ana dengan beda harga lebih murah 50 Riyal.Wakil ketua komisi VIII Said Abdullah menambahkan FPDIP meminta pertanggungjawaban pemerintah dalam sidang paripurna."Tidak usah interpelasi, yang penting menjelaskan di paripurna," kata Said.FPDIP meminta agar polemik yang mengarah pada politisasi penyelenggaraan haji dihentikan.
(aan/nrl)











































