Cuaca Buruk, Pencarian Korban Speed Boat Dihentikan
Kamis, 04 Jan 2007 11:10 WIB
Ambon -
Tim SAR terpaksa menghentikan pencarian korban hilang tenggelamnya speed boat rute desa Latu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menuju desa Kulur, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Penghentian ini dilakukan karena cuaca buruk. "Sejak kemarin, cuaca terus memburuk. Tim sulit dalam melakukan pencarian. Makanya pencarian terpaksa kami hentikan," ujar Kapolres SBB AKBP Didik Widjanarko kepada detikcom, via telepon selular, Kamis (4/1/2007). Pantauan detikcom, sepanjang perairan Pulau Haruku, Pulau Ambon sebelah Timur dan Pulau Seram, laut terus menunjukkan keganasannya. Gelombang laut tinggi sejak empat hari belakangan ini belum reda. Dikatakan Didik, korban selamat, saat ini sudah diantar ke kampung halamannya masing-masing. Dua warga yang selamat langsung dilarikan ke puskesmas Kulur, karena kondisi lemas. Selain dua korban hilang, bangkai speed boat naas bernama Hunimau II itu juga belum ditemukan.Pengemudi speed boat, Ridwan Marasabessy, ditetapkan Polres SBB, sebagai tersangka. "Yang bersangkutan mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Sebenarnya daya tampugnya hanya 15 orang. Tapi dia memuat sampai 22 orang," ujar Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Tomy Napitupulu, kepada wartawan di Mapolda Maluku, Jl Rijali Ambon.Sementara itu, lima orang korban tewas akibat tenggelamnya speed boat rute desa Loki, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat menuju desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, hari ini mulai dikuburkan di desa Loki. Sejumlah anggota DPRD SBB turut hadir dalam pemakaman tersebut.
(han/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































