Cuaca Buruk, Nelayan Rembang Nganggur

Cuaca Buruk, Nelayan Rembang Nganggur

- detikNews
Kamis, 04 Jan 2007 10:52 WIB
Rembang - Setelah ada larangan berlayar pasca tenggelamnya KM Senopati Nusantara di perairan Pulau Mandalika, Jepara, Sabtu (30/12/2006) dini hari, beberapa hari terakhir nelayan di Rembang pun nganggur. Cuaca buruk masih terjadi. "Ya, nunggu cuaca membaik, Mas. Lagian pas cuaca seperti ini, tak banyak ikan kok," kata nakhoda KM SB Prima 5, Solikin (29), ketika ditemui di rumahnya Tasik Agung, Rembang, Kamis (4/1/2007).Solikin mengaku kondisi seperti itu merupakan peluang untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga. Kebetulan kapal yang biasa ia pakai sedang diperbaiki di Juwana, Pati.Bapak dua putri ini menjelaskan, hampir semua nelayan di Rembang tak berani melaut karena cuaca memang sangat buruk. "Akhirnya, ya nganggur dulu," ungkap dia. Biasanya, bersama dengan 11 ABK-nya, Solikin sanggup membawa 1.000 basket ikan (satu basket 25 kg). Sedangkan, kapalnya bisa memuat 200 ton.Jika cuaca buruk, Solikin bisa di laut beberapa hari. Bahkan sampai seminggu. Daerah yang ia layari pun tambah jauh, yakni bisa sampai perairan Makassar."Tapi kalau memang lagi sepi ikan, ya sudah kami bawa seadanya. Yang penting selamat," kata lelaki yang tinggal tak jauh dari Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Rembang itu.Dalam pantauan detikcom, suasana PPI memang cukup lengang. Kapal-kapal ditambatkan dan beberapa orang yang terlihat duduk-duduk. Namun ada satu dua orang yang memindahkan hasil laut dari basket ke basket. (try/asy)



Berita Terkait