Dukun dan Ulah Manusia Kerdil di Balik Hilangnya AdamAir
Kamis, 04 Jan 2007 10:26 WIB
Makassar - Pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574 posisinya masih misterius. Seperti biasa, hal itu mencuatkan isu berbau mistis. Termasuk ulah manusia kerdil. Apa kata dukun?Masyarakat Desa Bulo, kecamatan Mappilli, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berkeyakinan, pesawat jenis Boeing 737-400 itu jatuh di kawasan hutan. Kekuatan gaiblah yang menyelimuti bangkai pesawat itu.Mereka, mayarakat dari suku Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar, percaya adanya kekuatan manusia kerdil. Manusia, yang disebutkan memiliki tipu muslihat. Tipu muslihat itulah yang kemudian mengelabui mata, sehingga orang tak melihat adanya sosok pesawat AdamAir.Bahkan, para pejabat pun setengahnya percaya dan mengikuti petunjuk tetua masyarakat. Ketika para pejabat, termasuk Gubernur Sulawesi Barat dan Kapolda, acara menyembelih kerbau pun digelar. Ritual sembelih kerbau ini dibungkus sebagai jamuan untuk para pejabat. "Ritual itu untuk membuka selimut yang mengaburkan keberadaan pesawat AdamAir,' cerita Mannang, 72 tahun, warga Desa Bulo.Apa yang kemudian terjadi? Kerbau sudah disembelih, tapi sosok pesawat AdamAir tak juga muncul. Tanda-tandanya pun tak nampak sama sekali. Para pejabat pun gigit jari. Balik kanan, dan kembali ke Makassar.Lalu dukun pun dicoba dilibatkan. Namanya juga usaha. Tak apalah. Haryono, Intel Lanud berkisah, ia mendatangi seorang, untuk menanyakan lokasi jatuhnya AdamAir. "Dukun mengatakan, jatuhnya di laut," kisah Haryono.Haryono pun mencoba ngeyel. Kepada dukun itu Haryono mencoba membeberkan fakta dan logikanya. Berdasarkan titik kordinat, secara logika jatuhnya pesawat di darat. Namun dukun itu selalu yakin jatuhnya di laut. "Nggak usah koordinat-koordinatan. Pokoknya jatuhnya di laut. Cari di laut," kata dukun itu sebagaimana ditirukan Haryono. Dukun kok dilawan!
(bdi/ana)











































