Keluarga Korban AdamAir Manado Bertahan di Makassar
Kamis, 04 Jan 2007 09:17 WIB
Makassar -
Berbeda dengan keluarga korban AdamAir Surabaya dan Jakarta, keluarga korban AdamAir Manado memilih bertahan di Makassar hingga pesawat naas yang membawa 102 jiwa ditemukan."Saya menolak ditawari AdamAir untuk pulang. Kalau kembali ke Madano, saya takut tiba-tiba pesawat ditemukan kan harus bolak-balik lagi, repot," kata Fendi kepada detikcom di hotel transit AdamAir, Kamis (4/1/2007).Fendi (38) ke Makassar bersama 3 anggota keluarganya yang lain. Fendi keukeuh menunggu kejelasan nasib sepupunya Inggrid dan David, suaminya beserta 2 anaknya Milka (8 bulan) dan Metthew (3). Menurutnya, keluarga pasangan pendeta ini pergi ke Manado dalam rangka liburan.Sikap serupa juga dilakoni Muhammad Masloman (59). Masloman datang ke Makassar bersama 5 orang keluarganya mencari adiknya, Khalid dan menantu Khalid, Ibrahim yang masuk dalam daftar penumpang AdamAir.Keluarga korban AdamAir Manado memilih menunggu di hotel transit AdamAir. Wajah mereka tampak lelah memanti ditemukannya pesawat AdamAir yang hilang sejak 1 Januari 2007 itu.
(aan/ndr)










































