AdamAir Bercat Putih Itu Sudah Berumur 20 Tahun
Kamis, 04 Jan 2007 07:35 WIB
Jakarta - Meski masih bisa dipakai lagi hingga 12 tahun mendatang, namun pesawat Boeing 737-400 milik maskapai AdamAir yang hilang sejak 1 Januari 2007 ternyata sudah berumur 20 tahun. AdamAir menjadi tangan ke-8 yang menggunakan pesawat ini. Sejak menyewa pada Desember 2005, AdamAir belum mengecat pesawat ini menjadi warna oranye. Hingga hilang di atas pulau Sulawesi, pesawat ini masih bercat putih. Dari penelusuran detikcom, Kamis (4/1/2007), pesawat ini pertama kali terbang menjelajahi angkasa pada 11 Januari 1989. Pesawat ini bernomor seri 24070 LN:1665 dengan tipe 737-4Q8. Dari sejarah pemakaiannya, pesawat ini pertama kali digunakan oleh maskapai penerbangan Inggris, Dan Air-London. Dan Air menggunakan pesawat ini pertama kali pada 26 Januari 1989. Pesawat dengan registrasi G-BNNL ini digunakan Dan Air selama tiga tahun. Pada 7 November 1992, pesawat ini berganti pemakai. Yang memanfaatkan pesawat ini, masih maskapai Inggris, British Airways. Maskapai terkenal di Inggris ini juga menggunakan pesawat yang tetap ber-registrasi G-BNNL ini selama tiga tahun. 19 Maret 1995, pesawat ini kemudian digunakan oleh GB Airways. Maskapai ini menggunakan pesawat tersebut cukup lama, sekitar 6 tahun. Kemudian pada 6 April 2001, pesawat ini digunakan oleh National Jets Italy. Pesawat yang tetap ber-registrasi G-BNNL ini digunakan maskapai Italia ini hanya 10 bulan. Lantas, pesawat ini digunakan WFBN dengan perubahan registrasi menjadi N112TR pada 26 Februari 2002. Entah mengapa WFBN hanya memakai pesawat dalam waktu dua minggu. Kemudian, pada 4 Maret 2002, maskapai Air One menggunakan pesawat dengan registrasi EI-CXH. Setelah Air One menggunakan pesawat ini selama 9 bulan, maskapai JAT menjadi tangan ketujuh yang menggunakan pesawat ini sejak 11 Desember 2002. JAT menggunakan pesawat dengan registrasi YU-AOO selama tiga tahun. Maskapai AdamAir menggunakan pesawat ini sejak 1 Desember 2005. AdamAir menjadi tangan kedelapan yang menggunakan pesawat ini. Saat disewa AdamAir, pesawat ini bernomor registrasi PK-KKW. Riwayat pesawat ini tamat setelah hilang pada 1 Januari 2007 saat melakukan penerbangan dari Surabaya menuju Manado. Hingga Kamis (4/1/2006), pesawat bernomor penerbangan KI 574 ini belum ditemukan. Nasib 96 penumpang dan 6 kru-nya pun masih misteri. Direktur Komersial AdamAir Gugi Pringwa membenarkan bahwa AdamAir menyewa pesawat ini sejak akhir 2005. "Kami sewa kalau tidak akhir 2005, ya awal 2006. Pesawat belum kami cat menjadi oranye," kata Gugi, Rabu (3/1/2007).
(asy/asy)











































