AS & Singapura Kirim Bantuan, Indonesia Tetap Pegang Komando
Kamis, 04 Jan 2007 00:40 WIB
Jakarta - Amerika Serikat (AS) dan Singapura menawarkan bantuan untuk mencari para korban kecelakaan pesawat AdamAir dan KM Senopati. Pemerintah kita menyambut baik tawaran ini tapi dengan syarat."Semua operasionalisasi bantuan tersebut harus di bawah koordinasi SAR yang ada di Makassar," kata Panglima TNI Panglima TNI Djoko Suyanto, di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta (3/1/2007).Menurut Djoko, khusus di Makassar, terkait kasus AdamAir memang diperlukan tekhnologi lebih untuk menemukan lokasinya. Apalagi setelah 2 hari pencarian, pesawat tak kunjung ditemukan."Intinya dengan tekhnologi yang mereka miliki, mereka membantu untuk mencari sesegera mungkin lokasi dimana pesawat itu berada," tutur Djoko.Lebih lanjut, menurut Djoko sebelumnya Panglima Angkatan Bersenjata Singapura meneleponnya dan menawarkan bantuan. Djoko lantas menghubungi Menhub Hatta Radjasa untuk melakukan koordinasi karena perlu dipikirkan apakah tekhnologi dan peralatan yang negara sahabat tawarkan ini bisa diterima."Dari sisi profesionalitas dan operasi kemanusiaan sebenarnya tidak ada masalah. Tapi ini menyakut bantuan negara sahabat, maka kami lapor ke presiden. Dan responnya baik, jadi setuju diterima," urai Djoko.Djoko juga menepis anggapan kalau bantuan yang diberikan AS disebabkan karena adanya 3 warga mereka yang ikut hilang dalam musibah kecelakaan AdamAir."Tawaran bantuan serupa juga diberikan saat banjir di Aceh Taming dan KM Senopati. Tapi dianggap tak perlu, karena saat tiba tawaran banjirnya sudah mulai surut dan lokasi kapal sudah ditemukan," beber Djoko.Sementara itu bantuan 2 Fokker 50 dari Singapura telah tiba di Bandara Hasanuddin pada pukul 21.30 WITA, Rabu (3/1/2006). Dengan berkekuatan 27 personel, tim dari negeri jiran ini membawa peralatan infra red yang diharapkan dapat menemukan lokasi pesawat AdamAir. Sedang bantuan dari AS, pemerintah masih menunggunya."Kita tunggu besok, semoga bantuan bisa segera kita terapkan dalam konteks pencarian lokasi dimana pesawat itu berada," tandas Djoko.
(ndr/)











































