Rekonstruksi Pasca Bencana Sumut & NAD Selesai dalam 3 Bulan
Rabu, 03 Jan 2007 23:51 WIB
Medan - Tahapan rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir, gempa dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan selesai dalam waktu 3 bulan ke depan. Tetapi sebelumnya, pendataan yang akurat harus sudah ada di meja Menteri Kordinator Kesejahteran Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakri.Aburizal menyatakan, tahapan perbaikan terhadap infrastruktur maupun rumah warga yang rusak atau hilang akibat bencana itu, akan dilakukan dengan menggunakan beragam model pembiayaan. Dan nantinya ada banyak departemen yang terkait dalam persoalan pendanaan, tidak hanya dari satu kementerian saja. "Ada Departemen Pendidikan, Pekerjaan Umum, Sosial dan beberapa lagi. Bergantung pada kerusakan yang terjadi," ujar Aburizal kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Rabu (3/12/2007), sebelum bertolak ke Jakarta usai meninjau Aceh Tamiang dan Langkat dengan menggunakan helikopter.Menurut Aburizal, pelaksanaan rekonstruksi itu masih harus menunggu data yang valid dari pemerintah daerah. Sebab itu, bupati yang daerahnya terkena bencana di Sumut dan NAD, diminta agar segera menyiapkan laporan secepatnya, dengan batas waktu maksimal yang diberikan hanya satu pekan saja.Dikatakannya, pemberian tenggat yang cepat terhadap para kepala pemerintahan daerah tersebut, dengan harapan agar para pengungsi tidak berlama-lama di tempat pengungsi dan segera mendapat tempat perlindungan yang layak. Selain itu kehidupan masyarakat pun kembali normal."Pembangunan rumah yang rusak berat dan ringan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat. Anggaran yang disiapkan sesuai dengan ketentuan yang ada. Setiap rumah warga yang rusak berat, mendapat ganti rugi maksimal Rp 10 juta," urai Aburizal yang memberikan keterangan bersama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ginanjar Kartasasmita.Sementara dari sisi lingkungan, Aburizal menyatakan akan meminta Departemen Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memprioritaskan perbaikan pada daerah hulu sungai di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang sudah gundul.
(rul/ndr)











































