Silent Majority, Faktor Kunci Kemenangan di Pilkada DKI

Silent Majority, Faktor Kunci Kemenangan di Pilkada DKI

- detikNews
Rabu, 03 Jan 2007 23:33 WIB
Jakarta - Massa mayoritas di Jakarta yang cenderung diam (Silent Mayority) dipastikan akan menjadi penentu kemenangan calon gubernur dalam pertarungan Pilkada 2007 mendatang.Keyakinan ini dikemukakan oleh politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta Nur Alam Bachtir, saat ditemui di DPRD DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2007)."Nasib seorang calon gubernur itu akan sangat ditentukan oleh kalangan masyarakat yang cenderung diam, yang notabene jumlah mereka adalah mayoritas pemilih di Jakarta. Kalangan inilah yang secara tiba-tiba menyumbangkan suaranya kepada calon gubernur yang didukung parpol manapun," urainya.Nur Alam menuturkan, kekuatan massa diam yang mayoritas tersebut tidak bisa dinafikan oleh cagub ang bakal tampil ke pertarungan pilkada 2007 nanti."Pendekatan kepada kekuatan massa mayoritas yang selama ini diam tersebut, mutlak harus dilakukan oleh setiap cagub kalau ingin tampil sebagai pemenang," tegasnya.Menurut Nur Alam, menjelang pilgub setiap kelompok akan mengaku memiliki basis massa yang sangat potensial untuk memberikan dukungan kepada bakal calon gubernur yang namanya saat ini telah muncul ke permukaan. Padahal, pada kenyataannya belum tentu basis massa tersebut bisa diandalkan sepenuhnya."Boleh saja berbagai partai dan ormas mengklaim punya massa yang riil untuk memenangkan pemilihan gubernur mendatang. Itu semua dilakukan hanya untuk menaikkan daya jual ditengah persaingan politik," ungkap salah seorang Kyai Nahdlatul Ulama (NU) ini.Anggota DPRD DKI dari Fraksi Kebangkitan Reformasi ini juga menyinggung soal tampilnya PKB dalam kelompok partai yang mempunyai komitmen dengan beberapa partai lainnya dengan membentuk 'Koalisi Moral Jakarta'."Untuk saat ini beberapa partai yang tergabung hanya memikirkan bagaimana menciptakan pelaksanaan pemilihan gubernur yang aman dan nyaman bagi masyarakat ibukota. Jangan sampai usai pilgub nanti masih terjadi suasana bersitegang yang berkelanjutan. Tujuannya adalah membangun Jakarta lebih baik," terangnya.Ketika ditanyakan apakah koalisi moral akan menyatukan pendapat untuk menduung seorang figur calon gubernur, ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta ini mengatakan hal itu belum dibicarakan."Kita belum bahas siapa cagub yang akan diusung bersama. Perbedaan antara partai yang tergabung dalam koalisi juga bisa terjadi. Yang penting jangan beli kucing dalam karung," tandas Nur Alam. (ken/ndr)


Berita Terkait