Takut Badai Besar, Ratusan Nelayan Cilincing Tak Melaut
Rabu, 03 Jan 2007 23:24 WIB
Jakarta -
Cuaca buruk benar-benar menjadi mimpi buruk bagi nelayan Cilincing. Sudah 2 minggu ini ratusan nelayan tradisional di daerah Jakarta Utara tidak bisa melaut. Mereka takut, cuaca buruk itu akan berubah menjadi badai besar. Para Nelayan itu kini hanya bisa duduk-duduk di tepi dermagamenungu cuaca membaik. Sementara sebagian yang lain hanya memperbaiki kapal yang rusak."Ya begini kalau lagi badai. Hanya bisa duduk-duduk menunggu suaca membaik," kata seorang nelayan Waryono (33) kepada detikcom di pelabuhan nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (3/1/2007).Waryono yang telah 10 tahun melaut di Teluk Jakarta ini mengaku, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, teman-temannya yang lain berhutang kepada tengkulak yang biasa menampung hasil tangkapan ikan. Adapun mereka yang nekat, hanya bisa melaut di pinggir pantai sejauh 1 Km di wilayah yang minim ikan dan hanya berisi sampah."Rugi mas kalau melaut. Banyak sampah doang, padahal solar naik. Kami saja sudah pakai minyak tanah. Kami biasa menghabiskan 70 ribu sekali melaut," tambahnya.Praktis, minimnya nelayan yang melaut menjadikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing menjadi sepi. Beberapa nelayan hanya bisa bermain catur dan menghabiskan waktu dengan tidur-tiduran menikmati angin pantai yang kencang.Selain itu, untuk sementara waktu tempat pelelangan ikan seluas 10x10 meter yang biasanya ramai dengan jual beli ikan kini berubah jadi ruang bermain bagi anak-anak nelayan.
(Ari/ndr)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































