SBY Perintahkan Pencarian Korban AdamAir & Senopati Diperpanjang
Rabu, 03 Jan 2007 23:06 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan agar operasi pencarian dan penyelamatan para korban hilangnya pesawat AdamAir serta tenggelamnya KM Senopati Nusantara diperpanjang sampai waktu yang ditentukan kemudian.Terlebih sampai sekarang, lokasi jatuhnya pesawat Adam Air di wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, belum juga bisa ditemukan. Padahal operasi keras pencarian telah berlangsung dua hari."Meski standar operasi SAR adalah tujuh hari, tapi diperpanjang sampai batas waktu yang dirasa maksimal untuk melakukan upaya-upaya tersebut," Kata Menteri Perhubungan Hatta Radjasa di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2006).Hatta menegaskan, hal ini merupakan hasil rapat kabinet terbatas yang berlangsung pada malam ini. Rapat ini digelar membahas perkembangan terakhir operasi SAR pada dua kecelakaan transpotasi yang terjadi akhir-akhir ini. Rapat ini diikuti juga oleh Panglima TNI Djoko Suyanto, KSAL Slamet Subijanto, KSAU Herman Prajitno, Dirjen Perhubungan Udara Tatang M. Ichsan dan Dirjen Hubungan Laut Hari Yogi.Selain memerintahkan perpanjangan batas waktu pencarian, presiden juga memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan upaya penyelamatan para korban. Selain itu presiden juga meminta agar hasil operasi dan investigasi disampaikan kepada publik dengan terbuka dan dilakukan dengan segera setelah dilakukan verifikasi terhadap faktor akurasinya.Sementara terkait laporan BMG yang menyebutkan tengah berlangsungnya badai Isobel di tanah air sampai beberapa waktu ke depan, presiden meminta pengetatan pengawasan atas pelayaran dan penerbangan yang melewati rute-rute yang rawan karena mengalami cuaca buruk."Tapi pengetatan pengawasan pelayaran dilakukan dengan tidak mengganggu pasokan logistik ke warga setempat yang menggunakan kapal laut," imbuh Hatta.
(lh/ndr)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































