Laporan dari Den Haag
Sekjen PBB Yang Baru Membuat Blunder Soal Saddam Hussein
Rabu, 03 Jan 2007 17:28 WIB
Jakarta - Hari pertama menjadi Sekjen PBB, Ban Ki-Moon langsung membuat blunder. Terkait Saddam Hussein, ia mengatakan bahwa hukuman mati merupakan hak suatu negara. Mau dilaksanakan atau tidak, menurut Ban Ki-moon itu menjadi urusan negara-negara bersangkutan. "Saddam Hussein bertanggung jawab atas kejahatan keji dan tak terlukiskan terhadap rakyat Irak. Soal hukuman mati itu adalah sesuatu di mana setiap negara anggota PBB harus menentukan sendiri," demikian pernyataan Ban di hari pertama masuk kerja menggantikan kursi Kofi Annan sebagai Sekjen PBB.Pernyataan diplomat top Korea Selatan itu, sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom di Den Haag, Belanda, Eddi Santosa, telah disiarkan televisi publik Belanda, NOS pada Rabu (3/1/2007). Pernyataan itu dinilai sebagai blunder. Sebab PBB secara prinsip menentang pelaksanaan hukuman mati.Pendahulu Ban, Kofi Annan, telah berulang kali menekankan sikap resmi PBB itu. Bahkan utusan khusus PBB untuk Irak, Ashraf Qazi, pada Sabtu pekan lalu, menjelang eksekusi Saddam, masih menunjukkan dengan tegas sikap PBB yang menentang pelaksaan hukuman mati.Jurubicara Ban, Michele Montas, buru-buru meluruskan pernyataan superiornya itu. "Tidak ada perubahan sikap PBB (soal hukuman mati)," demikian Montas.
(bdi/bdi)











































