Nelayan Laut Selatan Tidak Berani Melaut

Nelayan Laut Selatan Tidak Berani Melaut

- detikNews
Rabu, 03 Jan 2007 16:45 WIB
Yogyakarta - Sejumlah kelompok nelayan di laut Selatan wilayah Yogyakarta selama satu minggu ini tidak berani mencari ikan. Sebab, angin kencang dan gelombang setinggi lebih dari 3 meter sering melanda setiap hari di perairan Samudera Indonesia."Tak ada yang berani mencari ikan ke tengah laut dua minggu terakhir ini, meski sudah musim ikan," kata Rudjito (50) Ketua Kelompok Nelayan Pantai Samas Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul kepada detikcom, Rabu (3/1/2007). Dia mengatakan hampir semua nelayan di Pantai Kuwaru, Samas, Depok Parangtritis hingga Gunungkidul menghentikan aktivitasnya akibat cuaca yang buruk dan sering muncul badai. Ombak dari tengah hingga pinggir masih tinggi sehingga menyulitkan untuk mendarat. "Ombak bisa mencapai 2-3 meter, kalau cuma kapal kecil dari fiberglass bisa patah," kata dia. Meski saat ini hingga akhir bulan nanti sudah memasuki musim ikan jenis Bawal, Kakap dan Cakalang, kata dia, para nelayan belum berani melaut hingga ke tengah akibat cuaca buruk. Para nelayan hanya mencari ikan dengan menebarkan jala di pinggir pantai. Namun jumlah ikan yang didapat tidak sebanyak bila mencari ikan ke tengah.Dia mengatakan tidak ada yang berani melaut semalaman atau sejak sore hingga siang esok harinya. Kalaupun ada yang berani, nelayan hanya melaut bila cuaca cerah sejak pagi pukul 06.00 hingga siang hari. "Kapal-kapal nelayan Cilacap maupun Muncar Banyuwangi yang sering mencari ikan hingga wilayah Gunung Kidul dan Bantul juga jarang nampak ketika malam hari," kata dia. Menurut dia, pihaknya juga sudah mendapat imbauan dari kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta sejak tanggal 31 Desember 2006 lalu untuk tidak melaut sampai akhir minggu ini. Diperkirakan angin kencang dan gelombang setinggi 3 meter akan terjadi setiap hari. Pada intinya, para nelayan diminta untuk waspada terhadap ancaman hujan dengan curah tinggi, ombak besar di lautan dan adanya angin kencang di daratan yang dapat menumbangkan pohon-pohon tinggi.Sementara itu, data dari kantor BMG Yogyakarta, angin kencang sering melanda wilayah DIY beberapa hari terakhir ini yang seringkali disertai hujan deras. Kecepatan maksimum angin kencang yang terjadi di Yogyakarta mencapai 20 knot per jam atau sekitar 38 Km per jam.Hal ini dikarenakan ada tekanan rendah di sebelah barat laut Australia atau di sebelah selatan Sumbawa, setelah beberapa hari yang lalu berada di sebelah selatan pulau Jawa. Angin kencang di Yogyakarta diakibatkan oleh tekanan angin maksimum menuju ke arah tekanan rendah. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads