Bukit Retak di Klaten, BPPTK Akan Pasang Alat Deteksi
Rabu, 03 Jan 2007 15:42 WIB
Klaten - Gunung Putih, sebuah bukit di perbatasan Klaten dengan Gunungkidul mengalami retak cukup panjang dan lebar. Warga di sekitarnya khawatir longsor. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta juga akan memasang alat pendeteksi."Kami sudah berkoordinasi dengan BPPTK dan BMG. BPPTK dalam minggu-minggu ini akan memasang alat untuk mendeteksi perkembangan rekahan agar bisa dipantau terus-menerus," kata Eko Medisukasto, Ketua Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten, Rabu (3/1/2007).Eko yang juga menjabat Kepala Kesbanglinmas Kabupaten Klaten mengatakan laporan setiap saat dari alat tersebut akan sangat membantu pihaknya dalam mengambil langkah tepat bagi warga yang menghuni di lereng Gunung Putih yang terancam longsor karena terjadi rekahan yang melebar.Sedangkan langkah antisipasi awal yang saat ini telah dilakukannya masih seputar penyiapan tenda darurat bagi warga yang mengungsi jika terjadi kemungkinan buruk, pengiriman, genset, mi instan, serta mempersiapkan alas tidur di dalam tenda untuk pengungsi.Menurut dia, warga setempat sudah menyadari sepenuhnya tentang potensi ancaman keselamatan akibat retakan itu. Karena itu saat ini warga tetap diminta waspada karena tidak ada yang mengetahui pasti apakah retakan dilaporkan semakin melebar itu nantinya akan berhrnti atau berbuah longsoran."Setiap saat kami menjalin komunikasi dengan warga agar mereka terhibur tidak menjadi minder. Jika turun hujan, warga sekitar mulai merapat di tempat yang kami disediakan. Jika telah reda mereka akan kembali ke rumahnya," lanjut dia.Gunung Putih dalam beberapa bulan terakhir mengalami retak cukup panjang dan lebar. Lokasi perbukitan itu memanjang di perbatasan Kecamatan Cawas di Klaten dan Kecamatan Ngawen di Gunungkidul. Keretakan diduga akibat pergeseran tanah pasca gempa yang mengguncang daerah tersebut pertengahan tahun lalu.Banyak pemukiman di kaki bukit tersebut, karena bukit itu memanjang di 17 desa. Di daerah Klaten, paling rawan tertimpa langsung longsoran adalah pemukiman warga Desa Burikan di Kecamatan Cawas karena berada di lereng bukit. Pemukiman lainnya yang juga rawan terkena longsoran adalah di Desa Tancep di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul.
(mbr/asy)











































