Info Haji
Menag: Alhamdulillah yang Meninggal Cuma Dua Orang
Rabu, 03 Jan 2007 13:32 WIB
Makkah - Menteri Agama (Menag) bersyukur korban jiwa akibat kegagalan katering di Arafah hanya dua orang. Sebab awalnya dia menduga kasus ini akan menyebabkan banyak korban jiwa.Maftuh mengaku menerima berita soal kegagalan katering di Arafah pada Jumat (30/12/2006) sekitar pukul 02.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 06.00 WIB, dia memberanikan diri menelepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melaporkan peristiwa tersebut dan memohon izin berangkat ke Arab Saudi saat itu juga.Menurut Maftuh, SBY tidak hanya mengizinkan, tapi memang langsung meminta segera pergi ke Arab Saudi. Hari itu juga Maftuh terbang dengan menggunakan Malaysian Airline. Sepanjang perjalanan, dirinya tidak bisa tidur karena memikirkan nasib para jamaah haji Indonesia."Sesampainya di Jeddah saya mendapat kabar. Alhamdulillah hanya dua yang meninggal. Kenapa saya bilang Alhamdulillah? Sebab tadi saya pikir hal ini akan menyebabkan banyak korban," kata Maftuh dalam acara silaturahmi dengan para pimpinan kloter di Wisma Haji Indonesia, Aziziah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (2/1/1/2007) pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS).Saat memberikan sambutan, Maftuh kembali menyampaikan permohonan maafnya atas kasus yang terjadi. Menurut Mafuh, sebenarnya tujuan awal pengalihan katering ini adalah semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kepada para jamaah haji. Apa yang terjadi saat ini adalah pelajaran penting yang tidak boleh terulang di kemudian hari."Ke depan insya Allah dengan pengalaman yang pahit ini kita harus lebih berhati-hati dan berkonsentrasi untuk memberikan pengabdian dan pelayanan kepada tamu-tamu Allah," ungkap Maftuh.Persoalan kegagalan katering ini sendiri telah diserahkan kepada pihak Kerajaan Arab Saudi. Maftuh berharap, kasus ini segera diselesaikan karena selain menyangkut penderitaan para jamaah, juga menyangkut nama baik Kerajaan Arab Saudi sendiri."Mereka yang mengurus. Ini kan ada kesalahan kita serahkan kepada mereka. Kalau tidak ditindak, ya kita akan protes terus. Di sini kita kan punya perwakilan," tutur Maftuh.
(djo/asy)











































