Hidayat & Hasyim Dukung Investigasi Katering Haji

Hidayat & Hasyim Dukung Investigasi Katering Haji

- detikNews
Rabu, 03 Jan 2007 11:44 WIB
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mendukung penuh putusan Presiden SBY membentuk tim investigasi kasus katering haji. Masyarakat pun diimbau ikut memberikan dukungan."Semua pihak harus mendukung penuh tim investigasi yang dibentuk Presiden untuk mengoreksi secara penuh pelaksanaan ibadah haji tahun ini agar kejadian kelaparan yang terjadi tidak terulang di masa datang," kata Ketua MPR Hidayat Nurwahid.Hal ini disampaikan Hidayat usai bertemu Hasyim di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2006).Menurut dia, pemerintah melalui menteri agama harus meminta maaf secara tulus dengan bahasa yang dipahami jamaah haji dengan tetap menyampaikan bahwa telah terjadi ketidaktepatan kebijakan tentang penunjukan itu serta menyampaikan usaha perbaikan terus dilakukan.Hidayat meminta agar pengembalian ongkos katering haji tidak disunat. "Janganlah jamaah haji dicederai oleh pengembalinan yang tidak penuh. Pengembalian harus penuh sebagaimana diperintahkan Presiden," ujarnya.Selain itu, Hidayat meminta Presiden berkomunikasi dengan Saudi Arabia agar tidak terjadi hubungan yang renggang akibat tragedi ini. Sebab selama ini hubungan Saudi Arabia dengan Indonesia sudah terjalin cukup baik.Hal yang sama disampaikan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi. Menurutnya, ada dua hal yang disoroti dalam kasus katering haji. Pertama, hal teknis yakni harus ada perbaikan supaya tidak terjadi lagi. "Kalau pemerintah Indonesia telah memenuhi prosedural dalam menunjuk pelaksananya, di lain hari mesti ada klaim siapa yang ditunjuk itu supaya pemerintah tidak semata-mata yang disalahkan," kata Hasyim.Sedangkan hal yang substansial, pemerintah harus minta maaf kepada jamaah haji dan jangan saling menyalahkan dalam pemerintah itu sendiri.Presiden SBY bahkan membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi dan menyelidiki kasus katering haji. Tim akan dipimpin oleh KH mantan Menteri Agama Tolchah Hasan, dan Irjen Depag Qodry Azizy selaku sekretarisnya. Selain itu, Departemen Agama akan mengembalikan uang katering jamaah sebesar Rp 141 miliar (SR 56 juta) kepada jamaah haji Indonesia yang berjumlah 188.477 orang. Tiap orang mendapat uang ganti katering sebesar SR 300. (aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait