Pelayaran Palembang-Bangka Distop, Perdagangan Mandek
Rabu, 03 Jan 2007 02:35 WIB
Palembang - Dengan distopnya pelayaran Palembang-Bangka, kegiatan perdagangan mandek. Suplai beras dan sayuran ke Bangka pun terhambat, sebab Bangka tidak memiliki hasil pertanian."Pemerintah harus mengambil langkah yang bijak untuk mengatasi persoalan tersebut, misalnya menyediakan kapal besar berukuran lebih dari 4 meter," kata Iskandar Mahmud Badaruddin, seorang pengusaha yang ditemui di Pelabuhan 35 Ilir Palembang, Selasa (2/1/2006).Distopnya pelayaran Palembang-Bangka per 3 Januari dipicu terjungkirbaliknya KM Tristra I di Selat Bangka akibat hantaman ombak. Jika cuaca membaik, pelayaran baru dibuka kembali.Kebijakan tersebut juga dikeluhkan Heri (32), sopir truk yang membawa sayuran ke Bangka. Truk yang disopirinya biasa menggunakan transportasi laut untuk menyeberang dari Palembang ke Bangka."Wah pendapatan saya hilang dong. Cemana ini, kami bisa-bisa nggak makan, nggak ada pemasukan. Kami ini kan cuma cari makan dengan membawa sayuran dengan truk ke Bangka," ujar warga Suro 30 Ilir Palembang ini.Cuaca di Palembang cukup buruk dan tak menentu, sebentar hujan deras disertai angin kencang, sebentar berhenti, lalu tiba-tiba hujan deras lagi. Begitu seterusnya.
(sss/sss)











































