Kecelakaan Udara 2006 Terendah dalam 43 Tahun

Kecelakaan Udara 2006 Terendah dalam 43 Tahun

- detikNews
Rabu, 03 Jan 2007 01:38 WIB
Jenewa - Tahun 2006 mencapai rekor terendah kecelakaan udara dalam 43 tahun sejak 1963. Namun tahun berganti ke 2007, muncul berita hilangnya Boeing 737-400 milik AdamAir di sekitar Sulawesi.Catatan rekor terendah ini disampaikan Kantor Catatan Kecelakaan Udara (ACRO) yang bermarkas di Jenewa, Swiss seperti dilansir AFP pada Selasa (2/1/2007).Angka kecelakaan udara 2006 turun 11 persen dibanding tahun 2005. Tercatat hanya 156 kecelakaan dalam 12 bulan, 22 kasus lebih sedikit daripada 2005, atau terendah sejak 1963.Menariknya, biar kasus kecelakaan menurun dan korban ikut menurun menjadi 1.292 orang, tahun 2006 mencatat boom penumpang udara. Jumlah total penumpang udara pada 2006 adalah 4 juta. Bandingkan dengan 1,5 juta pada 2001."Perubahan besar dalam jumlah penumpang melakukan perjalanan dengan pesawat," ujar Direktur ACRO Ronan Hubert seperti dilansir AFP.Amerika Utara menempati urutan pertama kecelakaan udara, mencapai 32 persen total kecelakaan udara di dunia. Diikuti Afrika sebesar 18 persen, Asia 17 persen, Amerika Selatan 12 persen, Eropa 11 persen, Amerika Tengah 8 persen dan Oseania 2 persen.Amerika Serikat memegang rekor terbanyak dengan 45 kecelakaan udara. Kongo mengikuti sebanyak 11 kali, Venezuela dan Sudan masing-masing 6 kali dan masing-masing 5 kali di Kanada, Rusia dan Kolombia.Empat kecelakaan mencatat korban lebih dari 100 tewas. Kecelakaan paling mematikan terjadi di Ukraina pada 22 Agustus ketika pesawat Tupolev-154 jatuh dan membunuh 170 orang. Kecelakaan ini menjadi kecelakaan udara terbesar sejak 2002. Sepanjang 2006 ini, kecelakaan pesawat terbanyak menimpa produksi perusahaan Antonov, yakni sebanyak 16 pesawat. Boeing kehilangan 5 pesawat, sementara saingannya Airbus hanya 2 pesawat.Lainnya, BAe 5, Beechcraft 7, Canadair 2, Casa 4, Cessna 28, Convair 2, Dassault 2, De Havilland Canada 13, Douglas 3, Fokker 3, Learjet 4, Ilyushin 1, Let 4, Lockheed 6, McDonnell Douglas 1, Mitsubishi 3, Piper 7, PZL-Mielec 6, Rockwell 7 dan Tupolev 3. (aba/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads