Lakukan Kebohongan Publik, Menhub Hatta Harus Mundur
Rabu, 03 Jan 2007 00:50 WIB
Jakarta - Pernyataan Menhub Hatta Rajasa bahwa bangkai pesawat AdamAir telah ditemukan di Polman, Sulbar, namun kemudian tak terbukti, merupakan kebohongan publik. Hatta harus mengundurkan diri."Pemerintah melakukan kebohongan publik, Hatta harus diusut. Ini memalukan sekali. Sebaiknya Kepala Basarnas dan Hatta harus mengundurkan diri," cetus anggota Komisi V DPR Rendry Lamajidu dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/1/2006).Pemerintah dinilai Rendry gagal melakukan perubahan manajemen perhubungan udara menjadi lebih baik."Setiap ketemu Pak Hatta saya katakan, perbaikan mekanisme perhubungan tidak jalan sama sekali. Mulai dari traffic management sampai ke masalah sistem komunikasi. Maka ketakutan saya, setiap saat akan ada kecelakaan," ungkap Rendry.Dalam kasus AdamAir ini, kesalahan pemerintah bertambah banyak. Lebih dari 1x24 jam setelah lepas kontak dengan pesawat Boeing 737-400 itu, pemerintah belum melakukan upaya langsung menyelamatkan korban."Sampai 1x24 jam tidak ada upaya langsung yang seharusnya masih bisa menyelamatkan penumpang. Kalau Sekarang sudah tak mungkin lagi ada yang bisa diselamatkan," ujar Rendry.Sebelumnya beredar berita pesawat dengan nomor penerbangan KI 574 sudah ditemukan di pegunungan Kabupaten Polman. Juga diberitakan 90 orang tewas dan 12 selamat. Setelah mendatangi lokasi, Tim SAR tidak menemukan jejak bangkai pesawat yang jurusan Surabaya-Manado tersebut.
(aba/sss)











































