Kisruh Katering Haji, SBY Bentuk Tim Investigasi
Selasa, 02 Jan 2007 18:29 WIB
Jakarta -
Kisruh penyaluran makanan bagi jamaah haji Indonesia di Arafah, bagaikan setitik nila yang merusak susu sebelanga. Presiden SBY bahkan membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi dan menyelidiki kasus itu."Presiden mengharap semua pihak bekerja sama dengan tim ini, termasuk pihak-pihak yang berada di Arab Saudi," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta (2/1/2007).Rencananya tim akan dipimpin oleh KH mantan Menteri Agama Tolchah Hasan, dan Irjen Depag Qodry Azizy selaku sekretarisnya. Tujuh anggotanya berasal dari unsur Deplu, Depag, MUI, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Lembaga Kajian Haji Indonesia, dan tokoh masyarakat.Karena dibentuk oleh presiden, maka mereka bertanggung jawab melaporkan hasilnya langsung pada presiden. Tim khusus ini hanya diberi waktu tiga minggu melakukan evaluasi dan investigasi yang menyeluruh."Keppres pembentukan tim dan pengangkatan anggotanya disahkan besok. Setelah itu tentu akan ada briefing pada mereka," timpal Seskab Sudi Silalahi.Dituturkan Sudi, Menag Maftuh Basyuni yang tengah berada di Arafah juga diperintahkan memantau proses pengembalian uang makan jamaah haji. SBY mewanti-wanti agar poses tersebut dilaksanakan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya."Nilainya kalau tidak salah 300 riyal per hari," kata Sudi.
(lh/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































