AdamAir Terbang Rendah Hindari Tubrukan dengan Pesawat Lain

AdamAir Terbang Rendah Hindari Tubrukan dengan Pesawat Lain

- detikNews
Selasa, 02 Jan 2007 15:44 WIB
Bandung - Terbangnya pesawat Adam Air di ketinggian 8.000 kaki diduga untuk menghindari tubrukan dengan pesawat lain di ketinggian 32.000 kaki. Sebab dengan terjadinya lost contact dan lost radar dengan bandara, maka bisa terjadi tubrukan antarpesawat.Demikian disampaikan Ahli Penerbangan ITB Hisar M Pasaribu di Kampus ITB, Bandung, Selasa (2/01/2007). Menurut dia, pada ketinggian di atas 32.000 kaki, banyak pesawat yang terbang.Sebelumnya, Ketua KNKT Setio Rahardjo menyatakan, AdamAir diketahui terbang rendah hingga 8.000 kaki, padahal lazimnya 32.000 kaki. Pesawat itu menabrak gunung di atas ketinggian 1.000 kaki dari permukaan air laut."Dengan lost contact dan lost radar, maka si pesawat AdamAir ini tidak tahu kalau ada pesawat lain dan begitu juga pesawat lain tidak akan mengetahui keberadaan AdamAir. Nah jika AdamAir tetap di ketinggian di atas 32.000 kaki, maka bisa saja terjadi tubrukan antarpesawat," ujar Hisar.Dengan pertimbangan ini, kata Hisar, kemungkinan besar pilot pesawat akhirnya memutuskan untuk terbang rendah hingga 8.000 kaki dengan harapan tidak ada pesawat lain dan cuaca akan bagus."Dengan ketinggian segitu dan cuaca bagus maka cukup menggunakan visual fligt role untuk memandu penerbangan atau cukup dengan pandangan pilot saja. Kalau di ketinggian di atas 32.000, si pilot seolah-olah terbang di tempat gelap karena tidak ada yang memandu sebab kehilangan kontak dan radar dengan bandara," katanya.Meskipun bisa menduga alasan pesawat AdamAir terbang rendah, namun Hisar mengaku dia tidak bisa mereka-reka penyebab jatuhnya pesawat itu. "Yang saya heran kenapa bisa menabrak gunung, karena yang saya tahu di sana tidak ada gunung dengan ketinggian 8.000 kaki atau di atas 2.600 meter," ujarnya. (ern/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait