Keluarga Penumpang Tuntut AdamAir Tanggung Jawab
Selasa, 02 Jan 2007 03:08 WIB
Jakarta -
Belum jelasnya nasib pesawat AdamAir bernomor penerbangan KI 574 rute Jakarta-Surabaya-Manado, membuat keluarga penumpang khawatir. Mereka menuntut tanggung jawab maskapai penerbangan ini."Saya belum puas dengan penjelasan sekarang dan saya minta AdamAir bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Oswar Mamahani, salah seorang keluarga penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (2/2/2007).Adik Oswar, Gladis Mamahani (25), adalah salah seorang penumpang pesawat ini. Gladis menaiki pesawat ini dengan anaknya Mirechele (4) dari Surabaya. "Mereka hendak ke rumah orang tua saya di Manado," katanya.Namun, Gladis dan Mirechele tidak pernah sampai di Manado. Pesawat yang seharusnya tiba di Manado pukul 16.14 Wita malah dikabarkan kehilangan kontak. "Kaki saya sampai lemas," katanya.Nasib yang sama oleh Gladis dialami Letnan Dua Neil Pasaribu. Perwira angkatan laut yang berangkat dari Surabaya menuju Manado ini belum diketahui nasibnya."Saya sengaja datang ke konfrensi pers ini untuk mendengar langsung penjelasan Adam Air," kata Untung Pasaribu, Adik Neil, di Hotel Sheraton Bandara Soekarno Hatta.Menurut Untung, kontak terahir dilakukan oleh Neil sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu Neil menghubungi istrinya Wiwi untuk menyampaikan pesawatnya sudah hendak berangkat.Namun, Neil tidak pernah menghubungi Wiwi lagi padahal biasanya begitu sampai langsung menelepon."Saya juga sudah kontak Hp nya tapi mati," kata Untung.Sampai saat ini nasib 96 penumpang pesawat Boeing 737-400 ini masih belum diketahui. Rencananya tim SAR akan melakukan pencarian pesawat itu Selasa pagi ini.
(nal/nal)










































