Korban Senopati Bertahan Hidup dari Air Hujan
Minggu, 31 Des 2006 23:47 WIB
Surabaya - Hidup di tengah laut terasa sangat berat bagi korban kapal Senopati Nusantara. Apalagi harus bertahan hidup tanpa makan. Para korban selamat pun terpaksa mengganjal perut dengan air hujan."Saya sudah pasrah, sudah 2 hari di atas sekoci dengan 5 orang lainnya. Kita makan dan minum dari air hujan," ujar Jasmine yang harus menjalani rawat jalan di RS Pelabuhan Surabaya, Jl Prapat Purung Selatan, Minggu (31/12/2006).Diceritakan dia, sebelum kapal tenggelam di tenggelam di Pulau Mandalika, Jepara, Jawa Tengah, perempuan paruh baya itu tidak memiliki firasat apapun. Saat angin laut bertiup kencang, dia dan anaknya yang bernama Anita Purwanti (13) sedang berada di lantai 3 kapal.Tiba-tiba kapal tenggelam. Dia pun berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki sekoci. Saat melompat ke sekoci, anaknya lepas dari pegangan dan hanyut terbawa ombak. "Tiba-tiba saja dia lepas dari tangan saya," kenang Jasmine pilu.Sedangkan Tanto (31), korban lainnya asal Purbalingga terpaksa memukul kaca dengan tangan kosong saat berusaha menyelamatkan diri dari kapal."Saya kaget karena hanya diberi tahu ada badai dan penumpang diminta mengenakan pelampung. Tapi 3 menit kemudian kapal tenggelam," kata Tanto.Dikatakan dia, di hari pertama mengapung di atas sekoci, dia melihat sebuah kapal melintas, namun saat berteriak minta tolong, kapal itu tidak mendengar. Baru kemudian dia ditolong kapal berbendera Vietnam yang kebetuan melintas.
(nvt/wiq)











































