Sibuk Potong Hewan Kurban, Gempa 4,2 SR Guncang DIY
Minggu, 31 Des 2006 15:57 WIB
Jakarta - Gempa bumi dengan kekuatan 4,2 SR mengguncang wilayah Yogyakarta. Meski belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa, warga yang tengah menguliti daging kurban di masjid-masjid sempat panik dan berlari ketakutan.Berdasarkan data dari kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta, gempa yang terjadi pada Minggu (31/12/2006) pukul 12.46 WIB itu tidak terjadi didarat seperti yang terjadi 3 hari lalu. Pusat gempa berada dipinggir laut Samudera Indonesia, tepatnya di sebelah selatan kawasan Parangtritis Bantul.Titik koordinat gempa berada 8,52 Lintang Selatan (LS) dan 110,71 Bujur Timur (BT). Sedangkan kedalaman berada pada 33 km dibawah permukaan laut.Namun saat terjadi gempa warga di beberapa desa di wilayah Kecamatan Jetis, Pundong, dan Imogiri Bantul sempat dibuat was-was dan panik. Beberapa orang ada yang lari ketakutan keluar rumah sambil. "Gempa... gempa," teriak mereka berkali-kali.Saat gempa terjadi, sebagian besar warga sedang beraktivitas di sekitar masjid untuk menguliti daging kurban. Sebagian warga yang tinggal di rumah kerana cuaca wilayah Yogyakarta dan sekitarnya sejak pagi hingga siang diguyur gerimis dan mendung.Ahmad Djumari (54) warga Jetis Bantul kepada detikcom menuturkan saat gempa terjadi, dia bersama warga lainnya baru saja istirahat seusai menjalankan salat dzuhur. Panitia kurban yang menguliti daging kambing di dekat masjid juga sedang istirahat dan makan siang. Namun tiba-tiba ada goyangan yang cukup keras disertai suara gemuruh dari dalam tanah."Kami langsung lari ke halaman, sebagian warga ada yang berteriak takbir dan istighfar. Ibu-ibu juga banyak yang ketakutan," kata Ahmad.Menurut dia, dibandingkan dengan gempa yang terjadi pada hari Kamis 28 Desember malam, goyangan gempa kali ini tidak terlalu besar. Sebab gempa pada Kamis malam merupakan gempa darat yang berpusat di Patahan Opak sekitar Pundong, Imogiri Bantul."Hanya beberapa detik saja goyangannya tapi tetap membuat kami was-was," imbuh Ahmad.
(bgs/nvt)











































