Dua Anak Astutik Hilang Bersama Tenggelamnya KM Senopati
Minggu, 31 Des 2006 16:10 WIB
Tuban -
Niatnya merayakan Idul Adha di tanah Jawa, namun nasib mengubahnya menjadi kesedihan panjang. Itulah yang menimpa Astutik, 24 tahun. Ia kehilangan kedua anaknya ketika Kapal Penumpang Senopati Nusantara tenggelam di perairan laut Jawa, di kawasan Jepara, Jawa Tengah.Astutik, warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Kota Demak, Kabupaten Demak, Jateng ini hanya bisa menangis. Wajah kedua anaknya yang hilang ditelan ganasnya ombak perairan Jepara terus membayanginya. Nasib dua anaknya yang masih kecil kecil itu sampai saat ini belum diketahui. Selamatkah atau tidak tertolong.Astuti yang berangkat dari Kalimantan Tengah niatnya akan pulang kampung ke Demak. Lama sudah ia meninggalkan kampung halamannya merantau ke Kalimantan.Saat ini Astuti yang mengalami syok berat. Ia tergolek lemas di RSUD Dr Koesma Tuban pada Minggu (31/12/2006). Sejumlah sanak saudaranya dengan setia mendampingi dan menghiburnya."Dia masih syok ketika teringat detik-detik terakhir harus berpisah dengan anaknya. Dia sempat cerita ketika kapalnya oleng semua menjadi kacau dan tercerai berai," ungkap Solikin, saudara Astutik.Solikin beserta warga Mulyorejo mengaku langsung berangkat ke Tuban ketika mendapat kabar penumpang yang selamat dievakuasi ke Tuban. Niatnya hanya satu, untuk mengetahui apakah yang selamat itu salah satu kerabat mereka atau bukan. Rupanya, Solikin menemukan Astutik. Astutik tanpa kedua anaknya.
(bdi/bdi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































