Cak Imin: Yang Salah di Kasus Katering Haji Harus Dihukum
Minggu, 31 Des 2006 13:29 WIB
Jakarta - Keterlambatan katering yang dialami jamaah haji di Arafah berbuntut panjang. Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mendesak kasus tersebut diusut tuntas dan menghukum pihak yang bertanggung jawab."Ini harus diusut tuntas karena baru pertama kali terjadi. Ini memalukan. Yang salah di kasus ini harus dihukum," kata pria yang akrab disapa Cak Imin kepada wartawan di sela-sela acara penyembelihan hewan kurban di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (31/12/2006).Menurut dia, Komisi VIII DPR harus segera memanggil Menag Maftuh Basyuni untuk meminta pertanggungjawabannya. Kejadian tersebut, lanjut Cak Imin, sangat mencoreng wajah Indonesia di mata internasional."Kita itu bayar, mahal lagi. Umat Islam terbesar lho yang berhaji. Tapi hanya soal kayak gitu saja tidak bisa. Ini sangat memalukan sampai banyak jamaah kita yang minta dari jamaah negara lain," imbuhnya.Terkait kinerja menteri agama itu, apakah harus di-reshuffle? "Itu kewenangan presiden. Namun presiden harus memperhatikan hasil evaluasi Komisi VIII terhadap kinerja menag, khususnya soal pelaksanaan haji yang terbaru," tambahnya.Cak Imin mengaku banyak mendapat komplain melalui telepon dan sms dari jamah. Dia pun berharap agar hal serupa tidak terjadi lagi sampai pelaksanaan haji berakhir.Dalam acara tersebut, disembelih 20 sapi dan 24 kambing yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Ciganjur, dan wilayah Jakarta lainnya.Gus Dur yang baru semalam pulang dari RS tidak tampak dalam acara itu, karena sedang beristirahat di rumahnya. Hanya petinggi DPP PKB dan angota Fraksi PKB DPR RI yang terlihat. Selain itu warga tampak bergerombol menunggu pembagian daging.
(nvt/nvt)











































