Kedatangan Menag ke Mina Disambut Protes Jamaah
Minggu, 31 Des 2006 09:07 WIB
Mina - Maksud hati ingin meminta maaf, namun protes dan cemooh yang didapat. Begitulah nasib Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni saat berkunjung ke tenda misi haji Indonesia di Mina, Arab Saudi.Peristiwa tak pantas itu terjadi saat sejumlah perwakilan jamaah mendatangi sekretariat Misi Haji Indonesia di Mina, Sabtu (30/12/2006) sekitar pukul 21.00 WIB. Para perwakilan jamaah ini menanyakan jatah makan malam mereka yang juga tak kunjung diterima.Namun oleh petugas yang menerima, para perwakilan ini diminta langsung menemui Maftuh yang memang kebetulan sedang mengunjungi Mina. Mendengar hal itu, serentak para perwakilan jamaah yang berjumlah sekitar 10 orang ini menuju tempat Maftuh berada.Saat bertemu sang menteri, tanpa tedeng aling-aling (basa-basi) mereka langsung menanyakan soal tak adanya jatah makan untuk jamaah haji Indonesia, baik saat wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah maupun hari ini di Mina.Menurut para jamaah, keadaan tersebut sangat menyengsarakan mereka. Maftuh mengatakan, pada dasarnya kebijakan mengalihkan katering dari muasasah kepada perusahaan katering ANA Enterprise and Services itu semata-mata untuk meningkat pelayanan terhadap jamaah. Namun sayang, sambung Maftuh, pihaknya ternyata salah menentukan pilihan. "Kita terjerumus pada pilihan yang tidak benar, karena itu saya datang untuk meminta maaf. Dan hak bapak-bapak semua akan kita penuhi," kata Maftuh.Menurut Maftuh, para jamaah akan mendapatkan pemulangan biaya makan selama di Arafah dan 1 hari di Mina dengan nilai 15 Riyal sekali makan. Pemerintah menghitung seluruhnya ada 7 kali waktu makan, jadi total pemulangan biaya makan yang akan diterima setiap jamaah adalah 105 Riyal.Namun tawaran Maftuh ini ditolak mentah-mentah. Para perwakilan jamaah haji Indonesia ini justru menilai hal tersebut sebagai sebuah pelecehan. "Itu tidak pantas, harga diri kami sudah diinjak-injak. Tidak perlu diganti (dengan uang), yang penting dicari solusinya bagaimana malam ini jamaah kami makan. Persoalan tidak bisa diselesaikan dengan maaf saja," kata salah satu dari mereka dengan nada tinggi.Tidak sampai di situ, para perwakilan jamaah ini kemudian menanyakan kesanggupan Maftuh untuk menyediakan makanan bagi mereka. Didesak demikian rupa, Maftuh pun akhirnya menjawab singkat."Kalau malam ini saya tidak sanggup, tapi kalau mau mie akan saya usahakan," ungkap Maftuh.Kemudian Maftuh pun berjanji akan berusaha mencari makan pengganti untuk jamaah. Dia kemudian pergi meninggalkan tenda Misi Haji Indonesia. "Semoga tugasmu berhasil," celetuk salah satu perwakilan jamaah yang lainnya.
(djo/ary)











































