Eksekusi Saddam Penghinaan Terhadap Irak
Sabtu, 30 Des 2006 14:29 WIB
Jakarta - Pakar Peradaban Islam Dawam Rahardjo menilai eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Husein melanggar prinsip keadilan dan berdampak pada Amerika Serikat (AS)."Saya sendiri tidak setuju dengan Saddam karena dia memerintah secara ditaktor dan otoriter, tetapi itu masih bisa diusahakan supaya dia bisa diturunkan dan digulingkan dari jabatannya secara demokratis, tidak dengan diserbu negerinya, dia ditangkap kemudian dijatuhi hukuman gantung, saya kira itu melanggar prinsip keadilan dan berdampak pada AS," terang Dawam.Hal ini disampaikan dia kepada detikcom diskusi Krisis Peradaban Islam di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/2006).Dawam juga mempertanyakan pengadilan Saddam. "Saya kira itu suatu penghinaan terhadap bangsa Irak. Dia otoriter dalam memimpim itu soal lain, dan bisa dibuat pengadilannya. Tetapi dia berhak untuk membela diri," ujarnyaMenurut dia, hukuman mati melanggar HAM karena yang berhak mencabut nyawa seseorang hanyalah Tuhan.
(aan/mar)











































