Festival Segara Kidul 2006 Digelar
Sabtu, 30 Des 2006 14:19 WIB
Yogyakarta - Menyambut malam tahun baru 2007, Masyarakat Tradisi Bantul (MTB) menggelar Festival Segara Kidul 2006. Salah satu acaranya adalah seni instalasi seniman satu miliar Djoko Pekik yang akan menggelar Naga Api sepanjang 2 km di kawasan Pantai Parangkusumo, Kretek Bantul.Acara akan digelar Minggu (31/12/2006), di sepanjang Kawasan Pantai Parangtritis, Parangkusumo hingga Pantai Depok Kecamatan Kretek, Bantul Yogyakarta.Berbagai kegiatan kesenian tradisonal seperti jatilan kuda lumping, seni Angguk Kulonprogo, Barongsai, campursari dan pemutaran film akan digelar mulai pukul 14.00 hingga 01.00 dinihari.Sedang budayawan Prof Dr Damardjati Supadjar akan melakukan orasi budaya bersama Bupati Bantul Idham Samawi dalam Pesta Obor 2006 untuk menyambut tahun 2007."Acara itu digelar secara simultan sejak sore hingga malam. Namun ada acara yang bakal menyedot ribuan pengunjung diantaranya ketoprak humor, tari ritual dan musik Gangsadewa dan pesta obornya Naga Api Pak Pekik," kata Ketua Panitia Festival juga Sekjen MTB, Noor Janis kepada detikcom, di sekretariat, Jl Bantul, Sabtu (30/12/2006).Janis mengatakan, beberapa kegiatan seni tradisi yang akan tampil di sepanjang Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo diantaranya Jatilan dari Sungapan Argodadi, seni Angguk Sri Panglaras dari Kulonprogo, Barongsai Kota Yogyakarta, campursari dan ketoprak humor."Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program penataan kawasan Parangtritis yang akan dilaksanakan sepanjang 2007. Jadi, acara ini boleh dikatakan sebagai program pembuka bagi berlangsungnya sejumlah program penataan kawasan Parangtritis lainnya," katanya.Kegiatan ini digelar untuk mengembalikan wisata pantai di sepanjang Parangtritis sebagai salah satu pusat agenda Budaya dan Spiritual di Bantul. Kemudian mengeliminasi pantai yang selama ini terkesan kumuh dan jadi kawasan prostitusi."Kami ingin mengembalikan Parangtritis jadi kawasan ekologi kebudayaan bukan seperti yang terjadi akhir-akhir tahun ini yang dipenuhi bau kemesuman," katanya.Sementara seniman Djoko Pekik menambahkan sebagai seorang seniman lukis realis dirinya baru pertama kali melakukan seni instalasi dengan menggunakan sabut kelapa sepanjang 2007 meter di Parangkusumo. Sabut kelapa sepanjang 2007 meter itu menghabiskan sekitar 7 ribu sabut dari Kulonprogo yang diangkut menggunakan dua buah truk.Sebanyak 7 ribu sabut itu dirangkai memanjang dari Pantai Depok hingga Parangkusumo membentuk seperti tubuh ekor naga. Sedang dibagian ujung terbentuk angka 2006 dan 2007. "Semua sabut akan saya bakar menggunakan 10 orang menunggang kuda," katanya.Dirinya mengaku menggunakan sabut kelapa karena bahan itu tidak banyak dimanfaatkan lagi dan hanya jadi sampah atau bahan bakar saja. Sedang untuk dibuat sapu juga sudah jarang digunakan oleh para pengrajin. "Tujuan saya hanya sederhana, memanfaatkan barang sisa, murah tapi bisa menghibur rakyat. Ini hiburan bagi warga Bantul yang baru saja terkena gempa," kata Djoko Pekik yang setiap hari tinggal di wilayah Kasihan Bantul itu.
(bgs/qom)











































