Saddam Husein Digantung, Irak bakal Makin 'Berdarah'

Saddam Husein Digantung, Irak bakal Makin 'Berdarah'

- detikNews
Sabtu, 30 Des 2006 12:58 WIB
Kuala Lumpur - Eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Husein diperkirakan justru memicu kerusuhan berdarah yang lebih parah. Pemerintah Irak didesak untuk bergerak cepat melakukan rekonsiliasi."Banyak orang, umumnya masyarakat internasional tidak nyaman dengan hukuman gantung itu dan mempertanyakan prosesnya," ujar menteri luar negeri Malaysia Syed Hamid Albar seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/12/2006).Berbagai komentar menyertai hukuman gantung atas Saddam. Beberapa negara memberikan komentarnya seputar eksekusi Saddam yang dilakukan di Baghdad pada hari ini pukul 10.00 waktu setempat.Selain Malaysia, Australia juga mengomentari eksekusi Saddam. Meski selama ini dikenal menolak hukuman gantung, namun Australia justru menyatakan respeknya terhadap eksekusi Saddam."Pemerintah Irak sudah mengetahui bagaimana posisi pemerintah Australia soal hukuman gantung. Dan tidak masalah apa yang dipikirkan orang atas hukuman mati, namun kami tetap menghargai hak negara lain untuk melaksanakan hukuman yang berhubungan dengan tindakan kriminal terhadap kemanusiaan, berdasarkan yurisdiksinya," ujar menlu Australia Alexander Downer.Downer menambahkan, masyarakat Irak kini boleh berlega hati setelah Saddam yang didakwa melakukan pembunuhan 148 warga Syiah di Dujail pada tahun 1980-an dieksekusi mati."Masyarakat Irak sekarang mengetahui bahwa diktator brutal mereka tidak akan pernah kembali lagi," cetusnya. (qom/qom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads