21 Sapi Untuk Korban Gempa DIY dan Jateng

21 Sapi Untuk Korban Gempa DIY dan Jateng

- detikNews
Jumat, 29 Des 2006 20:46 WIB
Bantul - Lenguhan sapi bergema di tengah-tengah korba gempa di Kabupaten Bantul dan Klaten. Pada hari Idul Adha nanti, mereka pun bisa berpesta daging sapi.Total sapi yang diterima korban gempa itu sebanyak 21 ekor. 17 Sapi untuk warga Desa Sumber Agung Kecamatan Jetis, Bantul, merupakan bantuan Islamic Relief Indonesia (IRI). Sedang 4 ekor lainnya diserahkan kepada warga Desa Pacing Kecamatan Wedi Klaten."Kami berharap warga bisa menikmati daging sapi kurban di Hari Idul Adha besok," kata General Assistant IRI kantor cabang Yogyakarta, Mumpuni Ardiyani, saat menyerahkan bantuan 17 ekor sapi di Balai Desa Sumber Agung Jetis, Bantul, Togyakarta, Jumat (29/12/2006).Menurut dia, jatah sapi untuk Desa Sumber Agung lebih banyak karena merupakan wilayah utama yang menjadi proyek rehabilitasi yang dilakukan IRI, di samping desa-desa lainnya baik di Bantul maupun Klaten.Mumpuni mengatakan penyembelihan sapi akan dilakukan dua hari berturut-turut setelah Hari Idul Adha, yakni tanggal 1 dan 2 Januari 2007. Pada hari pertama,penyembelihan kurban akan dilakukan di Dusun Balakan, Titang, Bulus Kulon, Pangkah, Turi, Beji, Medelan, Kertan, dan Manggung.Sedang pada hari kedua akan dilakukan di Dusun Cangkring, Sawahan, Nogosari,Ngentak, Paten, Kiyaran, Barongan, dan Bungas.Selain memberikan bantuan sapi kurban, lanjut Mumpuni, IRI terus melakukan rehabilitasi di wilayah Sumber Agung dengan membagikan sembako, tenda, alat-alat kesehatan, peralatan pertukangan, dan lainnya.Kepala Desa Sumber Agung, Subardan, menyatakan terimaksih atas bantuan hewan kurban untuk warga sekitar. Bantuan itu bisa meringankan warga korban gempa yang sampai saat ini masih banyak yang belum mampu membangun lagi rumahnya.Hampir 90 persen rumah warga mengalami kerusakan. Karena tidak punya rumah yang layak untuk ditempati, warga pun merasa miskin. "Adanya bantuan hewan kurban ini bisa meringankan penderitaan warga kami. Kami pun bisa menikmati daging kurban bersama," ujar Subardan.Dia menambahkan sekarang ini warga mulai bangkit dengan membangun kembali rumahnya secara perlahan-lahan. Hampir sebagian besar warga desa sekarang ini menjadi tukang di berbagai tempat. Uang yang terkumpul setiap minggunya dibelanjakan material bangunan."Jadi pada hari Minggu saat tidak jadi buruh bangunan, mereka secara bertahapmembangun lagi rumahnya," kata Subardan. (bgs/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads