Banjir 2,5 M, 1.000 KK Meranti Pandak Mengungsi
Jumat, 29 Des 2006 18:48 WIB
Pekanbaru -
Jumlah warga korban banjir di Kota Pekanbaru, Riau terus bertambah. Diperkirakan lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Sedangkan tenda pengungsian yang disediakan pemda setempat tidak cukup menampung warga.Hujan gerimis Jumat (29/12/2006) pukul 17.00 WIB mulai mengguyur Pekanbaru. Hujan rintik-rintik ini membuat semakin paniknya warga di dua kecamatan, yakni Rumbai dan Meranti Pandak yang dilanda banjir. Banjir ini merupakan luapan Sungai Siak yang membelah ibukota Provinsi Riau. Ketinggian air kini terus bertambah dari 2 meter menjadi 2,5 meter.Pengakuan Ahmad Ramli (45), ketua pemuda setempat, di Kecamatan Meranti Pandak saat ini sudah lebih 1.000 KK terpaksa mengungsi. Ini sehubungan air dari luapan sungai terdalam di Indonesia itu kian menggenangi rumah-rumah mereka."Tidak mungkin warga bisa bertahan dengan kondisi rumah yang tergenang air setinggi 2 meter lebih. Sekarang kita dibantu pihak aparat TNI untuk mengevakuasi seluruh warga. Langkah ini sebagai antisipasi sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan," kata Ramli.Warga semakin panik dengan kondisi banjir ini, karena tempat penampungan sangat terbatas. Barang-barang milik warga ditumpuk di pinggir badan jalan Yos Sudarso. Sebab tenda posko banjir jumlahnya sangat minim."Tenda yang disedikan Pemkot Pekanbaru hanya ada 5. Tentulah ini tidak dapat menampung jumlah warga yang sudah mencapai 1.000 KK. Kalau malam ini hujan deras mengguyur, maka barang-barang kami akan hancur semuanya," keluh Ernawati (47), seorang ibu rumahtangga kepada detikcom.Saat ini tenda-tenda pengungsi seluruhnya sudah penuh ditempati warga. Tenda itu sebagian besar dipenuhi ibu-ibu yang masih memiliki balita. Warga setempat mengutamakan tenda yang tersedia untuk dihuni para ibu yang memiliki balita.
(cha/sss)










































