TNI Baru Bisa Beli Peralatan Militer AS Tahun 2007
Jumat, 29 Des 2006 18:00 WIB
Jakarta - Meski embargo militer AS sudah dicabut satu tahun yang lalu, TNI hingga kini belum bisa melakukan transaksi pembelian. TNI baru bisa merealisasikannya tahun 2007 nanti."Akhir 2006 itu kan proses masih berjalan, birokrasi di bawah Dephan harus ditembus juga. Selain itu dengan imigrai dan Deplu. Kalau antar Dephan dan militer itu sudah jalan," ungkap Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto di sela peresmian gedung Badan Koordinasi Keamanan Laut di Jalan Pasar Baru, Jakarta, Jumat (29/12/2006).Menurut Djoko, sejak dibukanya keran embargo oleh pemerinth AS, kerjasama di bidang pertahanan sudah sering dilakukan terutama di bidang pelatihan dan pendidikan. Bahkan sepanjang tahun ini kerjasama itu dilakukan 5-6 kali."Soal pembelian senjata sebenarnya sudah boleh, tapi kita tidak punya anggaran, mungkin 2007 baru bisa lebih lancar," ujarnya.Djoko juga mengharapkan, pada 3 tahun ke depan ada kenaikan skema anggaran di bidang pertahanan. Jika 2007 nanti ada kenaikan 15-20 persen dia menilainya sudah cukup bagus."Itu bagus, jadi kalau pesawat F-16 yang satu skuadron tadinya 3-4 pesawat tambah jadi 6 itu sudah bagus," kata dia.
(umi/nrl)











































