Keterlambatan Katering Jamaah Haji Resahkan Keluarga di RI
Jumat, 29 Des 2006 16:09 WIB
Jakarta - Kaum muslim di Indonesia yang kerabatnya tengah menunaikan ibadah haji turut resah karena adanya keterlambatan katering yang luar biasa di Arafah. Mereka kecewa karena panitia haji gagal mengantisipasinya.Keresahan antara lain diungkapkan Evalisa dalam e-mailnya pada redaksi detikcom, Jumat (29/12/2006):Saya keluarga salah satu jamaah haji kloter 13 yang berangkat dari embarkasi Polonia, Medan, Sumut. Membaca detikcom tentang adanya penjual makanan di sudut Arafah, saya ingin menginformasikan hasil pembicaraan via telepon dengan kakak saya yang mengatakan bahwa tidak ada lagi penjual makanan karena sudah habis.Seharusnya panitia haji bisa mengantisipasi dan segera tanggap bila hal seperti ini terjadi. Saya ingin melihat, apakah akan ada review kinerja panitia haji tahun ini dan juga sanksi untuk penanggung jawab katering haji tahun ini? Ada baiknya berita mengenai hal tersebut dapat dipublikasikan agar tidak membuat buruk (atau malah memperburuk) citra Depag.Bukan hanya karena biaya yang telah dikeluarkan oleh para jamaah untuk bisa mendapatkan fasilitas selama di Tanah Suci, namun tanggung jawab panitia dalam mendukung agar para jemaah dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang. Semoga hal seperti ini tidak terulang kembali.Pembaca bernama Wulan Andari menulis:Saya barusan dapat SMS dari teman saya yang sedang menunaikan ibadah haji sbb:Tolong dimasukkan ke internet jamaah haji Indonesia yang tiba sejak tadi malam di Arafah sampai dengan jam 10 pagi ini hanya menerima air putih saja. Kasihan, banyak jamaah yang sudah tua dan tidak ada penjual makanan. Padahal katanya karena Haji Akbar maka katering di-handle Kerajaan (Saudi). Thx.Pak/Bu yang berwenang mengurusi masalah ini di Indonesia, mohon follow up-nya segera.
(nrl/sss)










































