Laporan dari Washington
John Edwards Calonkan Diri Dalam Pemilu Capres AS 2008
Jumat, 29 Des 2006 09:20 WIB
Washington DC - Pemilu presiden AS akan digelar dua tahun lagi, namun bursa pencalonan presiden sudah marak. Mantan Senator dari negara bagian North Carolina, John Edwards mengikrarkan pencalonan dirinya dalam pemilu capres tahun 2008. Sebagaimana dilaporkan koresponden detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini, Jumat (29/12/2006), dalam pengumuman yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi AS termasuk CNN, John Edwards bertekad mengurangi jumlah pasukan AS di Irak, memerangi kemiskinan dan pemanasan global serta memulihkan kepemimpinan moral Amerika di dunia yang carut marut akibat invasi ke Irak.John Edwards yang bernaung di bawah Partai Demokrat mengatakan mengatakan, penambahan pasukan AS di Irak tidak akan menyelesaikan masalah. Ia justru menghendaki penarikan pasukan di Irak sesegera mungkin. "Tidak ada solusi militer atas apa yang terjadi di Irak sekarang ini. Kita perlu jujur tentang situasi yang kita hadapi di sana sekarang," ujar bekas pengacara dalam wawancara dengan CNN.Yang menarik, mantan senator yang berwajah ganteng ini mengumumkan tekadnya di sebuah perkampungan di kota New Orleans yang masih berantakan akibat bencana badai Katrina tahun 2005. Tentu saja ini bukan faktor kebetulan. John Edwards memang dikenal berpandangan populis. Ia sangat peduli dengan kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi yang semakin melebar di AS. Ia mengatakan bahwa New Orleans merupakan kota yang melambangkan dua wajah Amerika, yakni si kaya dan si miskin. John Edwards pernah mencalonkan diri sebagai capres dalam pemilu tahun 2004. Namun, pencalonnya rontok di pemilu babak pendahuluan Partai Demokrat yang dimenangkan John Kerry, Senator asal Massachusetts. John Kerry kemudian menggandeng John Endwards sebagai calon wakil presiden. Pasangan ini maju melawan pasangan Bush-Cheney dan kalah. Untuk sampai pada ajang pemilu capres 2008, jalan yang ditempuh John Edwards masih panjang. Di dalam kubu Partai Demokrat sendiri, ia harus menghadapi lawan yang berat yakni Senator dari New York Hilary Clinton dan Senator dari Illinois yang sedang naik daun, Barack Obama. Dua nama terakhir ini memang belum secara resmi mengumumkan pencalonan mereka. Namun menurut sejumlah jajak pendapat, John Edwards berada di bawah mereka. Misalnya menurut jajak pendapat yang diadakan stasiun televisi NBC dan harian the Wall Street Journal lbaru-baru ini. Hilary Clinton menempati urutan pertama [37%], disusul Barack Obama [18%] baru kemudian John Edward [14%]. Toh begitu ia tidak bisa dianggap enteng juga. Pasalnya, meski Hillary menjadi calon unggulan Partai Demokrat, ada yang berpendapat rakyat AS belum siap menerima presiden wanita. Soal Barack Obama, meski ia seorang politisi muda yang cerdas, ada pendapat yang mengatakan rakyat AS belum siap juga menerima presiden kulit hitam.
(bdi/bdi)











































