Info Haji
Katering untuk Jamaah Haji di Arafah Terlambat Datang
Jumat, 29 Des 2006 06:05 WIB
Arafah - Sejak Kamis (28/12/2006) kemarin, jamaah haji sedunia, termasuk jamaah haji Indonesia memasuki Padang Arafah, untuk bersiap melaksanakan wukuf yang jatuh hari Jumat (29/12/2006). Namun, malam ini Waktu Arab Saudi (WAS) ada masalah yang menghadang: katering untuk jamaah belum datang. Bisa jadi, penyediaan katering yang terlambat ini menjadi masalah besar. Karena makanan sangat penting untuk jamaah selama di Arafah. Apalagi, saat ini suhu dingin menyergap jamaah haji. Seharusnya, sesuai jadwal makanan ini sudah sampai di tangan jamaah pada pukul 19.00 WAS. Namun, hingga pukul 00.15 WAS, makanan untuk jamaah ini belum juga tiba. Akibatnya, para jamaah kelaparan. Perusahaan yang telah dipilih untuk menjadi penyedia katering jamaah di Arafah adalah 'Ana Enterprise and Services'. Sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom Djoko Tjiptono dari Padang Arafah, para jamaah tidak bisa untuk terus menanti katering makanan yang dijanjikan itu. Karena itu, mau tak mau, jamaah yang sudah mengenakan pakaian untuk ihram itu harus membeli makanan di pinggir jalan dengan biaya sendiri. Memang, di berbagai sudut di Padang Arafah, tersedia makanan yang dijajakan para pedagang. Termasuk juga makanan khas Indonesia, seperti pecel dan rames, yang dijajakan para WNI yang bermukim di Arab Saudi. Mie rebus juga ada. Tapi, karena mengetahui makanan untuk jamaah terlambat datang, para pedagang menaikkan harga mie rebus dari 2 Riyal menjadi 6 Riyal. Kepala Satgas Arafah-Mina (Armina) Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia, Ahmad Subakin membenarkan tentang keterlambatan katering ini. "Salah satu penyebab keterlambatan katering ini, letak dapur yang berada di luar Arafah," ujar Subakin. Anggota DPR yang menjadi pemantau penyelenggaraan haji, Ahmad Farhan Hamid menyesalkan peristiwa ini. Bahkan, yang mengejutkan dia, gara-gara katering makanan terlambat, ada informasi 7 jamaah pingsan dan sejumlah jamaah lainnya harus diinfus. Untuk mengantisipasi tidak datangnya katering, berdasarkan informasi dari Atase Perdagangan RI di Konjen Jeddah, perwakilan perusahaan mie instan akan menyediakan 600 ribu mie bungkus dan 400 ribu mie dalam bentuk cup. "Malam ini sudah dimasukkan truk untuk dibawa ke sini (Arafah-Red)," kata Farhan. Sementara itu, jamaah haji Indonesia di Arafah Kamis malam ini tampak bertafakur dan berdoa. Mereka juga melakukan salat malam. Jumat hari ini, para jamaah haji akan melakukan wukuf di Arafah hingga menjelang matahari terbenam. Pemerintah Arab Saudi menetapkan ibadah haji 1427 H sebagai haji akbar, karena wukuf jatuh pada hari Jumat. Idul Adha di Arab Saudi ditetapkan jatuh pada Sabtu (30/12/2006).
(asy/asy)











































