Masak di Pinggir Jalan, Sudah Matang Dibawa Pakai Sampan

Masak di Pinggir Jalan, Sudah Matang Dibawa Pakai Sampan

- detikNews
Kamis, 28 Des 2006 17:29 WIB
Pekanbaru - Sudah 2 pekan ini banjir di Riau belum juga surut. Warga pun memasak di pinggir jalan. Setelah matang, masakan itu dibawa dengan sampan ke rumah panggung.Pantauan detikcom, Kamis (28/12/2006), kondisi banjir di Desa Teratak Buluh, Kabupaten Kampar, memaksa warga harus memasak di pinggir badan jalan lintas tengah yang menghubungkan Riau ke Sumbar. Ada yang menanak nasi, menumis sayur, dan merebus air."Kami terpaksa masak di pinggir badan jalan ini karena rumah kami tergenang air, minimal 1 meter. Ada sekitar 300 KK yang ada di sana. Sampai saat ini kami tidak mendapat bantuan dapur umum dari pemerintah," kata Chaerul, seorang buruh pasir.Dapur-dapur warga yang sebagian rumahnya berbentuk panggung ikut tenggelam. Dapur pada rumah panggung biasanya ada di luar. Karena dapur dan halaman terendam air hingga 1 meter, kegiatan masak tak bisa dilakukan. Untuk memasak di dalam rumah tidak ada tungku, lagipula rumah panggung yang kebanyakan berbahan kayu bisa terbakar.Kendati lalu lintas ramai dilalui bus dan truk, namun warga tetap santai menanak nasi, merebus air, dan memasak sayur di pinggir badan jalan yang hanya berjarak 1 meter dari jalan aspal. Mereka memasak dengan menggunakan kayu bakar yang diperoleh dari daerah yang tidak tergenang air."Sudah sepekan ini kami terpaksa masak di jalan. Kalau sudah matang barulah dibawa ke rumah dengan sampan untuk dimakan bersama. Tidak enak kan kalau numpang masak di rumah orang yang sama-sama kebanjiran," kata Chaerul yang ditemani 4 anggota keluarganya. (sss/nrl)


Berita Terkait