Beras Bantuan Thailand untuk Korban Gempa Segera Disalurkan
Kamis, 28 Des 2006 17:19 WIB
Yogyakarta -
Satu hari menjelang Idul Adha, warga korban gempa akan mendapat bantuan beras dari pemerintah Thailand. Beras bantuan sebanyak 1.000 ton itu sengaja diberikan sekarang dengan tujuan untuk membantu warga yang sedang membangun kembali rumahnya yang rusak.Hal itu dikemukakan oleh Plt Sekretaris Utama Bakornas Penanggulangan Bencana (PB), Budi Atmadi Adiputro, kepada wartawan di kantor Tim Teknis Nasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Pasca Bencana Gempa Bumi Provinsi DIY dan Jateng di Sekip N 53, Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (28/12/2006)."Beras bantuan dari Thailand yang akan kita bagi itu bukan untuk perseorangan tapi secara kelompok, masing-masing Pokmas atau kelompok masyarakat dakan dapat beras sebanyak 5 kg," katanya. Dia mengatakan jumlah total pokmas yang akan mendapat bantuan beras sebanyak 19.714 yang terdiri 11.534 di DIY dan 8.180 di Jawa Tengah. Teknis pembagiannya akan dilakukan secara serentak oleh masing-masing gubernur Provinsi Jawa Tengah dan DIY pada hari Sabtu 30 Desember besok. Untuk Jawa Tengah akan dipusatkan di Klaten oleh Gubernur Mardiyanto. Sedang DIY akan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bantul. "Beras itu akan didistribusikan melalui Bulog langsung kepada masing-masing kecamatan," katanya.Tujuan pemberian bantuan kepada Pokmas sebelum Idul Adha, kata dia, agar warga yang sedang membangun rumah, para tetangga dan tukang bisa menikmatinya secara bersama. Selain itu, bantuan beras ini diharapkan bisa membantu warga korban gempa mengingat di akhir tahun 2006 ini harga beras mulai naik sehingga memberatkan rakyat miskin."Bantuan langsung beras dari Thailand akan dilakukan satu kali. Kami ingin beras bantuan ini benar-benar dimanfaatkan warga. Tidak boleh ada yang dijual dan kami tidak ingin kantong isi beras dari Thailand yang beredar di pasar," katanya.Dia mengatakan setelah bantuan dari Thailand akan ada bantuan beras lagi dari Vietnam dan Sri Langka sebanyak 250 ton. Bantuan dari Vietnam sebesar 1.100 ton yang akan tiba di Indonesia pada tangal 2 Januari 2007. Selanjutnya pada minggu kedua dan ketiga sudah bisa disalurkan kepada warga."Beras bantuan negara sahabat ini seharusnya diberikan saat masa tanggap darurat pada tanggal 3 Juni hingga 3 Juli.Namun bantuan baru datang sekitar bulan Agustus 2006 ketika masa tanggapdarurat selesai. Kami di Bakornas PB tetap akan menyalurkannya meski sudah bukan masa tanggap darurat lagi," demikian Budi Atmadi.
(bgs/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































