Relokasi Infrastruktur Porong Selesai Setahun
Kamis, 28 Des 2006 17:10 WIB
Jakarta -
Optimisme penghentian semburan lumpur Lapindo nampaknya makin redup. Kepala Negara mengakui segala daya upaya selama tujuh bulan terakhir tak menunjukkan hasil positif.Areal genangan meluas dan menjadi daerah berbahaya sehingga tidak memungkinkan lagi dijadikan pemukiman atau tempat usaha. Selain itu makin banyak sarana infrastuktur yang rusak."Luapan lumpur memang belum dapat dihentikan. Ini fakta yang harus saya sampaikan dengan terbuka," kata Presiden Susilo B Yudhoyono usai rakor Evaluasi Penanggulangan Lumpur di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/12/2006).Rapat yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri Gubernur Jatim Imam Oetomo, Bupati Sidoarjo Win Hendarso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, dan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa. Salah satu hasil rapat siang ini, pemerintah memutuskan percepatan pemindahan dan pembangunan kembali infrastruktur. Meliputi penguatan konstruksi jalan arteri nasional di daerah tersebut, pembelelokan ruas jalan tol Porong, pemindahan jalur rel kereta api, transmisi listrik, pipa gas, dan air bersih."Kita rencanakan selesai dalam setahun. Ini penting agar ekonomi Jatim yang beberapa bagian terganggu, bisa bergerak kembali," jelas Presiden.Sedangkan untuk mencegah timbulnya kerusakan lebih parah akibat terus bertambahnya debit lumpur, cara yang dipilih adalah tetap mengalirkannya ke Sungai Porong menuju Pantai Sidoarjo. Kanalisasi akan dilakukan secara permanen dengan pertimbangkan toleransi aspek lingkungan."Ini sekaligus ini untuk tujuan reklamasi dan diharapkan memberikan peluang untuk tempat perkembangan ekonomi setempat," jelasnya.
(lh/ary)










































