Tarif PAM Naik 10,05%

Tarif PAM Naik 10,05%

- detikNews
Kamis, 28 Des 2006 15:52 WIB
Jakarta - Tahun baru, tarif baru! Istilah itu tampaknya pas untuk Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Bang Yos akhirnya menyetujui kenaikan tarif PAM sebesar 10,05 persen per Januari tahun 2007.Demikian disampaikan Sutiyoso usai rapat tentang kenaikan tarif PAM di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2006).Menurut dia, hanya 1 dari 5 kriteria yang dipenuhi terkait kenaikan tarif PAM."Setelah saya bahas dengan Badan Regulator, saya tentukan kriteria. Tetapi yang terpenuhi hanya satu, yakni volume produksi air. Yang belum, kebocoran masih tinggi yakni 51 persen. Volume air tertagih juga rendah, jumlah sambungan juga belum maksimal, cakupan pelayanan masih rendah," kata Sutiyoso."Kan dari 5 hanya 1 yang dipenuhi, maka kita tidak bisa penuhi permintaan PT Palyja dan PAM. Lalu kita tentukan angkanya jatuh pada 10,05 persen," lanjut dia.Sutiyoso menilai kenaikan tarif PAM proporsional untuk semua golongan. "Dengan kenaikan itu, harga tarif untuk rakyat miskin naik, Rp 100 menjadi Rp 1.050 per meter kubik. Angka itu masih di bawah tarif air minum untuk golongan yang sama di daerah lain," cetus Sutiyoso.Kepala Badan Regulator PAM Jaya Ahmad Lanti menyampaikan hal yang sama. Dikatakan dia, kenaikan tersebut mengakibatkan rakyat golongan miskin naik Rp 100 per meter kubik, menengah naik rata-rata Rp 2.450 per meter kubik, golongan atas naik Rp 1.225 per meter kubik."Sebenarnya kalau 5 kriteria bisa dipenuhi maka Pemprov DKI Jakarta akan mengizinkan kenaikan sebesar 20,68 persen. Tetapi hanya dipenuhi 10,05 persen. Dengan keputusan ini kita akan berikan pengertian pada masyarakat," kata Ahmad.Ahmad juga membeberkan kriteria yang belum terpenuhi antara lain kebocoran PAM 51,27 persen. Padahal dari perjanjian kerjasama (PKS) DPRD PAM Jaya disetujui kebocoran hanya 39,87 persen. Volume air produksi tercapainya 450 juta meter kubik per tahun. Padahal dalam PKS targetnya 400 juta meter kubik per tahun.Volume air tertagih 260 juta meter kubik, padahal dalam PKS targetnya 290 juta meter kubik. Jumlah sambungan rumah 725.420, padahal dalam PKS targetnya 749.145. Rasio cakupan pelayanan hanya mampu mencapai 60,81 persen, padahal dalam PKS 70,18 persen. (aan/nrl)


Berita Terkait