Ribuan Mukimin Ikut Berhaji

Info Haji

Ribuan Mukimin Ikut Berhaji

- detikNews
Kamis, 28 Des 2006 15:02 WIB
Makkah - Musim haji 1427 Hijriah tidak hanya diikuti oleh jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Tanah Air. Ribuan mukimin (WNI yang tinggal di Arab Saudi) juga mengikuti pelaksanaan ibadah ini.Para mukimin ini datang dari berbagai kota di Arab Saudi, seperti Jeddah dan Riyadh. Di Makkah mereka menempati rumah-rumah atau pemondokan yang dikoordinir oleh pihak-pihak tertentu. Bedanya, tidak semua para mukimin ini masuk ke Kota Makkah melalui jalur resmi. Banyak di antara mereka yang terpaksa main kucing-kucingan dengan petugas haji Arab Saudi karena tidak mempunyai tasrikh (surat izin) haji. Kalau nasib lagi untung bisa masuk ke Kota Suci dengan lancar."Kalau lagi sial, ya ketangkap petugas. Kalau tertangkap petugas kita dibawa ke penjara imigrasi kemudian dipulangkan ke Tanah Air," kata Mudjid, seorang mukimin yang ditemui reporter detikcom Djoko Tjiptono di sebuah pemondokan di kawasan Aziziah, Kamis (28/12/2006).Menurut Mudjid, tindakan nekat para mukimin itu karena terbentur masalah dana. Ongkos untuk mengurus surat izin itu sangat mahal, sekitar 400 Riyal hingga 1.000 Riyal. Belum lagi banyak mukimin yang tidak memiliki paspor karena banyak dari mereka merupakan kaum kaburan (lari dari majikan).Untuk biaya pemondokan para mukimin ini membayar 300 Riyal kepada koordinator mereka. Uang sebanyak itu digunakan untuk menginap selama 3 hari termasuk biaya makan.Pemondokan yang didatangi detikcom merupakan bangunan berlantai empat yang cukup besar dan baru. Bangunan itu mempunyai beberapa kamar yang cukup luas. Di tempat ini para mukimin tidur beralaskan kasur busa tanpa ranjang."Jumlah jamaah mukimin yang bisa ditampung di rumah ini bisa lebih dari 250 orang. Yah berdesak-desakan sedikit, tapi kan biayanya murah," lanjut Mudjid.Para mukimin juga tidak perlu khawatir akan ada operasi imigrasi dari pemerintahan Arab Saudi. "Kita ngga khawatir, sebab pada puncak musim haji polisi di sini tidak sempat ngurus orang-orang semacam kita. Tidak pernah ada operasi," tutur Mudjid. (djo/nrl)


Berita Terkait