Kisah Polly di Hari Natal

Kisah Polly di Hari Natal

- detikNews
Kamis, 28 Des 2006 14:34 WIB
Jakarta - Tanggal 25 Desember 2006 memiliki arti tersendiri bagi Pollycarpus Budihari Priyanto. Di Hari Natal, terpidana kasus pemalsuan surat terkait kematian Munir itu mendapat remisi 3 bulan. Pilot Garuda ini meninggalkan LP Cipinang dengan menumpang taksi. Ikuti kisahnya!"Pas tanggal 25 Desember, saya dipanggil Kalapas. Katanya ada berita baik, yaitu saya mendapat remisi. Kalau sudah tanda tangan, saya tidak diperkenankan masuk lagi ke dalam. Saya tidak sempat ambil barang-barang saya," kata Polly.Hal ini disampaikan Polly dalam jumpa pers di sebuah restoran di Jalan Supomo, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2006). Setelah meneken surat remisi, Polly langsung meninggalkan LP Cipinang pagi-pagi dengan menumpang taksi. Dia lalu mengurusi katering untuk perayaan Natal di LP Cipinang. "Saya ke Kelapa Gading sebentar. Saya pikir soal katering untuk Natal di sana 700 orang kan menanti itu. Saya kembali ke Cipinang malam harinya. Saya masih bisa keluar masuk Cipinang, ini saya masih punya kunci kamarnya. Cuma saya bingung saya tidak diperkenankan masuk dan saya tunggu di mobil boks," terang pria yang ditunjuk menjadi panitia Natal LP Cipinang ini.Kemudian, lanjut Polly, dirinya memutuskan untuk ziarah ke keluarganya di Surabaya, Semarang dan Solo."Lalu pukul 24.00 WIB, saya ke Surabaya sendiri naik mobil. Tanggal 26-27 Desember saya masih di sana. Balik baru hari ini, tadi saya dijemput di daerah Jakarta Selatan," ujar Polly menolak merinci siapa yang menjemputnya. Yang jelas penjemput itu bukan keluarganya. Apa pemberian remisi ini mendadak? "Kalau aturan remisi lebih baik tanya ke Kalapas. Yang jelas saya tidak merasa bersalah, semua prosedur saya ikuti," sahutnya.Polly mengaku tidak memberitahu keluarganya tentang kebebasannya itu dengan alasan tidak mempunyai alat komunikasi. "Bagaimana mau memberi tahu? Di dalam saya mau bicara dengan siapa? Komunikasi di dalam kan terbatas dan lagi rencana remisi sebelumnya sudah banyak omongan tetapi kan mereka tidak tahu sampai detik itu diberitahu," beber Polly. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads