Meski Turun, Angka Kekerasan dalam Rumah Tangga Masih Tinggi

Meski Turun, Angka Kekerasan dalam Rumah Tangga Masih Tinggi

- detikNews
Kamis, 28 Des 2006 12:47 WIB
Jakarta - Angka kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan selama 2006 tercatat masih tinggi, yakni 336 kasus. Angka itu menurun dari 2005 yang mencapai 455 kasus.Hal tersebut dibeberkan LSM Mitra Perempuan dalam acara 'Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan pada Tahun 2006' di Hotel Grand Kemang, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2006).Mitra Perempuan mencatat perempuan yang mengalami kekerasan psikis menduduki urutan pertama kekerasan dalam rumah tangga. Urutan selanjutnya, perempuan yang mengalami kekerasan fisik sebanyak 63,99 persen, perempuan yang ditelantarkan ekonominya sebanyak 63,69 persen, kekerasan seksual sebanyak 30,95 persen. "Korban kekerasan itu di samping mungkin mengalami kekerasan fisik, juga akan terganggu psikisnya. Itu terbukti 9 dari 10 perempuan yang mengalami kekerasan fisik akan mengalami gangguan mental. Dan dapat dilihat dari kasus yang kami tangani, 18 orang pernah mencoba bunuh diri akibat kekerasan fisik," papar anggota LSM Mitra Perempuan Purnianti.Mitra Perempuan mengungkapkan, pelaku kekerasan dalam rumah tangga itu sebagian besar dilakukan suami atau mantan suami, yakni mencapai 79,76 persen. Sedangkan 4,95 persen perempuan yang mengalami kekerasan adalah anak-anak di bawah umur atau 18 tahun ke bawah. Purnianti menjelaskan, pihaknya sudah berupaya untuk menurunkan angka kekerasan tersebut. Termasuk terbentuknya UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan PP 4/2006 tentang Penyelenggaraan dan Kerjasama Pemulihan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. "Namun meskipun ada UU, tapi masih belum mampu menurunkan angka kekerasan," jelas kriminolog asal UI itu.Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah pendidikan publik mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Pendidikan itu difokuskan pada perempuan."Kita juga harus memberikan kesadaran bahwa bagaimana kekerasan itu menimpa dia dan dapat diadukan ke polisi," jelasnya. (ary/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait