Banjir di Bandung, 9 Pabrik Terancam Stop Produksi

Banjir di Bandung, 9 Pabrik Terancam Stop Produksi

- detikNews
Kamis, 28 Des 2006 12:37 WIB
Bandung - Air berbau limbah pabrik setinggi 50 cm merendam Jalan Cisirung, Kelurahan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 9 Pabrik tekstil besar di kelurahan ini pun terancam terhenti produksinya.Pantauan detikcom, Kamis (28/12/2006), air sudah menggenangi halaman pabrik. Tinggi air di jalan menyebabkan kendaraan bermotor sulit melewati jalan. Beberapa sepeda motor mati mesin karena kemasukan air.Banjir juga melanda Kampung Bojong Citepus dan Kampung Bojong Asih di Kelurahan Dayeuhkolot, serta Kampung Ciputat Kelurahan Baleendah. Akibatnya ratusan rumah terendam dan tidak sedikit warga yang mengungsi ke rumah tetangga yang tidak kena banjir."Saat ini genangan air yang masuk ke pabrik masih sekitar 10-20 cm, sehingga belum berpengaruh banyak. Namun ketinggian air di jalan dan halaman pabrik sudah cukup tinggi. Saya khawatir jika hujan deras terus mengguyur Bandung dalam 3 hari mendatang, banjir semakin meninggi," kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jabar, Ade Sudradjat kepada detikcom melalui telepon.Luapan air dari Sungai Citarum, lanjut dia, diprediksi akan menggenangi pabrik hingga 1 meter. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jika air yang masuk ke kawasan pabrik setinggi 1 meter, maka produksi dipastikan akan terhenti. Sebab mesin produksi turut terendam.Jika hal itu terjadi, maka dapat dipastikan akan menimbulkan kerugian materi hingga miliaran rupiah. Selain itu akan ada ribuan buruh pabrik yang terpaksa harus berhenti bekerja karena pabrik sudah tidak berproduksi."Dari pengalaman banjir 2004 lalu, saat ini masih ada pabrik yang tutup karena rugi besar. Kami berharap itu tidak terjadi tahun ini," kata Ade.Pemerintah, lanjut dia, diharapkan segera mengatasi masalah banjir yang selalu terjadi setiap tahun. Pengerukan Sungai Citarum belum maksimal untuk mengatasi masalah banjir. Seharusnya pemerintah melakukan sodetan Sungai Citarum untuk mengalihkan aliran sungai dari hilir ke hulu. (sss/nrl)


Berita Terkait