Survei LSI:
SBY Kalahkan Megawati dan Kalla
Kamis, 28 Des 2006 10:51 WIB
Jakarta - Kabar buruk bagi oposisi! Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan belum ada tokoh nasional yang mengimbangi popularitas SBY di tahun 2006. Popularitasnya bahkan mengalahkan Megawati dan Jusuf Kalla.Demikian hasil survei LSI yang disampaikan peneliti senior LSI Anis Baswedan di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (28/12/2006).Survei ini berlangsung di 33 provinsi pada 18-22 Desember 2006. Jumlah sampel 1.227 responden dengan metode wawancara tatap muka.Bila pilpres diadakan hari ini, siapa yg dipilih SBY atau tokoh lain?56 Persen responden memilih SBY, 34 persen responden memilih tokoh lain, 10 persen responden mengaku belum tahu.Bila Pilpres Desember tahun 2006 dari sejumlah nama berikut siapa yang dipilih? Lagi-lagi responden memilih SBY.Responden yang memilih SBY 48 persen, Mega 17 persen, JK 4 persen, Wiranto 4 persen, Amien 3 persen, Hidayat Nurwahid 2 persen, lainnya 12 persen, dan 10 persen belum tahu.Tingkat kepuasan publik atas kinerja SBY meningkat pada Desember tahun 2005 sebanyak 56 persen. Tahun 2006 sebanyak 67 persen. Demikian pula dengan kepuasan atas kinerja Kalla pada Desember 2005 sebanyak 52 persen, dan Desember 2006 sebanyak 62 persen.Rating kepuasan ini adalah indikator dari legitimasi populer yang sangat kuat terhadap kepemimpinan SBY-JK dan modal politik untuk memimpin bangsa keluar dari persoalan secara cepat."Kabar buruk bagi oposisi, belum ada tokoh lain yang muncul dan mengimbangi popularitas SBY. Jika pilpres dilaksanakan hari ini, SBY masih berpeluang memenangkan pemilu, termasuk kalau JK menjadi pesaingnya. Ini adalah kabar buruk sementara bagi kelompok oposisi," kata Anis.Menurut dia, peluang tokoh nasional lain yang mungkin akan maju dalam pilpres seperti Mega, JK, Wiranto, Amien Rais, Hidayat belum banyak mengalami kemajuan. Kelompok oposisi yang ingin mencabut mandat rakyat dari SBY tidak bersambut di masyarakat pada umumnya."Tetapi masih ada 2,5 tahun bagi oposisi untuk mengubah peta dukungan terhadap SBY tersebut. Opini publik sangat dinamis dan semua tergantung apa yang dikerjakan SBY dalam 2,5 tahun ke depan," ujarnya.Sedangkan untuk kondisi politik, keamanan nasional, hukum dinilai belum mengalami kemajuan. Bahkan penegakan hukum dinilai jalan di tempat.Responden yang menilai kondisi politik baik 33 persen, sedang 36 persen, buruk 24 persen, tidak tahu 7 persen. Untuk keamanan responden yang memilih baik 58 persen, sedang 26 persen, buruk 13 persen, tidak tahu 2 persen, penegakan hukum baik 43 persen, sedang 30 persen, buruk 21, tidak tahu 6 persen.
(aan/sss)











































