40 Bandara Baru untuk Daerah Rawan Bencana
Kamis, 28 Des 2006 00:32 WIB
Jakarta - Sulitnya menjangkau daerah rawan bencana dan perbatasan membuat pemerintah kesulitan mengirimkan bantuan. Rencananya mulai tahun 2007 akan dibangun 40 bandar udara baru."Jadi mulai tahun 2007, 2008, dan 2009 pemerintah akan membangun 40 dan mengembangkan bandara di daerah perbatasan dan rawan bencana," ungkap Menteri Perhubungan Hatta Radjasa di kantornya di Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (27/12/2006).Menurut dia, hal ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kalau ada bencana misalnya, kan lebih cepat dijangkau dan penyaluran bantuan bisa cepat," imbuh Hatta.Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara M Iksan Tatang menyatakan diperlukan dana ratusan miliar rupiah untuk membangun dan mengembangkan 40 bandara tersebut. "Uang itu dari APBN," ujarnya.Dijelaskan Iksan, pengembangan bandara tidak melulu dengan pembangunan bandara baru. Termasuk rehabilitasi dan peningkatan fasilitas bandara. Daerah-daerah perbatasn dan rawan bencana yang bandaranya akan dikembangkan antara lain Sibolga Sumatera Utara, Enggano Bengkulu, dan Atambua NTT.Selain pengembangan bandara, pada tahun 2007 akan dimulai pembangunan Bandara Medan Baru sebagai pengganti Bandara Polonia Medan. Sedangkan Bandara Hasanuddin Makassar akan dikembangkan dengan dana Rp 1,08 triliun dan Bandara Lombok Tengah senilai Rp 665 miliar.
(bal/bal)











































