Berkat Kuda Daerah Banjir Tak Terisolir Lagi
Rabu, 27 Des 2006 23:43 WIB
Jakarta - Inisiatif Pemkab Aceh Tamiang dan Gayo Luwes menggunakan kuda untuk menjangkau daerah yang terisolir akibat banjir dinilai tepat. Kini kedua daerah itu bisa menerima pasokan bantuan."Sekarang daerah itu tidak lagi terisolir. Kita apresiasi inisiatif Pemda yang tidak hanya menggunakan perahu tapi juga kuda untuk menjangkau pengungsi," kata Kepala Pelaksana Harian Bakornas Syamsul Mu'arif usai rapat evaluasi penanganan bencana asap di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2006).Dijelaskan Syamsul, bantuan untuk sekitar 300 pengungsi di 5 titik bencana banjir Aceh sudah bisa disalurkan. Dengan didukung cuaca yang bersahabat air sudah surut dan pengiriman bantuan lebih cepat.Meski banjir yang terjadi cukup besar, Bakornas belum menemukan ada kejadian luar biasa seperti wabah penyakit. Untuk penanganan korban banjir, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar."Tapi itu tidak khusus untuk Aceh saja, melainkan sebagai dana tanggap darurat bencana banjir," ujar politisi kawakan Golkar itu.Sementara itu Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menuding banjir besar yang melanda Aceh dan Mandailing Natal tshun ini merupakan akibst dari illegal logging yang dilakukan beberapa tahun lalu."Jadi ini sisa yang dulu. Kalau pohon ditebang tahun ini kan tidak menyebabkan banjir tahun ini juga," cetus Rachmat.
(bal/bal)











































