RI Ingin Buka Hubungan Bilateral dengan Surga Koruptor
Rabu, 27 Des 2006 15:28 WIB
Jakarta -
Indonesia berharap dapat membuka kerjasama bilateral dengan negara-negara yang selama ini dikenal sebagai surga bagi koruptor. Kerjasama itu untuk mempersempit ruang gerak para koruptor yang kabur ke luar negeri."Kita mengharapkan kerjasama itu akan mempersempit ruang gerak, khususnya negara-negara untuk tidak menjadikan dirinya sebagai state heaven bagi koruptor untuk memberikan perlindungan untuk harta hasil korupsinya," kata Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda.Hal tersebut disampaikan Menlu usai berbicara dengan KPK beserta Jaksa Agung AR Saleh dan Kapolri Jenderal Sutanto di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (27/12/2006). Pertemuan itu dalam rangka mempersiapkan Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi PBB Anti Korupsi pada November 2007 mendatang di Bali.Menlu juga berharap hasil seminar anti korupsi PBB itu juga akan mempererat hubungan dengan negara-negara lainnya yang belum menandatangani konvensi anti korupsi PBB."Kita juga berharap dalam kegiatan itu dapat memberikan bantuan pada negara lainnya, khususnya negara berkembang dalam hal membagi pengalaman-pengalaman negara lain dalam artian sharing pengalaman," tuturnya.Selain itu, Menlu juga berharap seminar tersebut juga dapat digunakan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional dalam rangka keseriusan memberantas korupsi. "Kita juga akan ada pengenalan dan pengakuan lebih baik dari masyarakat internasional terhadap upaya-upaya kita di dalam negeri dan kemauan politik kita untuk pemberantasan korupsi supaya meningkatkan kapasitas kita," ujarnya.
(ary/nrl)










































